BN Online, Bantaeng----Nurdin Abdullah (NA) yang terpilih menjadi Bupati Bantaeng, pada tahun 2008 untuk periode 2008-2013. Karena dinilai berhasil memajukan Bantaeng selama lima tahun kepemimpinannya, berbagai elemen masyarakat mendorongnya untuk maju kembali sebagai calon bupati pada Pilkada Bantaeng 2013. Dan di Pilkada 2013 Nurdin kembali terpilih sebagai bupati untuk periode 2013-2018.
Namun, diam-diam kepemimpinan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah selama hampir 10 tahun menjabat sudah mulai nampak kritikan dari masyarakatnya. Bahkan, masyarakat kabupaten bantaeng mulai terang-terangan menyayangkan kebijakan dari sang Professor itu.
"Saya ibaratkan Bantaeng ini hp samsung bermesin nokia, jadi dari luarnya saja. Bohong kalau orang bilang tingkat kemiskinan itu paling rendah di Bantaeng, bukannya saya benci beliau yah sebagai bupati bantaeng, tapi kebijakannya itu nol besar," kata IJ di Bantaeng, Jum'at (21/9/17).
IJ yang juga mantan Aktivis Pemuda Bantaeng itu sangat menyayangkan kebijakan yang dicanangkan oleh Nurdin Abdullah, termasuk janji-janji politiknya yang katanya belum terealisasi untuk masyarakat bantaeng.
"Karena saya dulu juga adalah militannya pak NA. Selama hampir 10 tahun ini terus terang semua kebijakannya pak NA tidak sesuai dengan masyarakat Bantaeng. Termasuk janji politiknya beliau tidak terealisasi. Dari tingkat kemiskinan masih tinggi, lapangan pekerjaan, termasuk itu proyek smelter. Kalau dilihat bantaeng ituji pantai seruni saja," imbuhnya.
Diketahui, Nurdin Abdullah yang akan maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang, dinilai sangat sulit lagi mendulang dukungan suara dari masyarakat bantaeng. Dikarenakan, menurut Indra, banyak warga yang sudah tidak care lagi dengan kepemimpinan Nurdin Abdullah.
"Soal suara masyarakat bantaeng, apalagi pak NA ini kan maju di Pilgub. Saya yakin 30 persen saja masyarakat Bantaeng itu untung sekali kalau pilih beliau (NA)," pungkasnya.(*)
Editor : BN | Sulsel | Dny