Kamis, 18 April 2019

Ada yang Klaim Menang, Cyrus Network Umumkan Paslon 01 Unggul

Tags


BN Online, Jakarta----Sebelumnya, pada saat melakukan konfrensi pers, capres Prabowo Subianto mengklaim bahwa dirinya menang dan menyebut banyak lembaga survei yang menggiring opini publik bahwa dirinya kalah serta menyebut ada manipulasi dari satu pihak.

Untuk menepis tudingan tersebut, Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi mengatakan, pihaknya yang membuat polling (pollster) bekerja secara profesional dalam memuat data survei hitung cepat. Ia tak terima bila lembaga survei disebut menggiring isu dan memanipulasi data, mereka juga bersedia diaudit atas rilisan survei yang mereka buat.

“Pollster lembaga survei bisa berpihak tapi ketika melakukan hasil dia profesional dan yang gabung di Persepi bersedia diaudit. Yang buat saya khawatir adalah pertama ada tuduhan dari orang pollster sedang menipu. Kemudian dia ada pollster yang menangkan dia. Buat saya ini nggak fair. Kalau mau diadu aja. Lembaganya bener apa nggak,” kata Hasan dalam konferensi pers di Kantor CSIS, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Ia mengatakan, lembaga survei yang berada di bawah Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) tidak pernah mengeluarkan hitung cepat (quick count) dengan data bohong. Ia juga mengungkapkan pihaknya sempat diaudit soal survei yang digelar di 2.002 TPS se-Indonesia.

Menanggapi klaim Prabowo yang mengaku menang berdasarkan exit poll internal yang dilakukan di 5.000 TPS, Hasan menyindir balik dan menantang lembaga survei Prabowo untuk sportif dalam membuka data-data hasil survei.

“Saya ingin tekankan bahwa kalau demokrasi mau jalan yang lebih benar ya harus sportif dengan mengangkat data-data yang nggak bisa dibenarkan, kemudian mengklaim. Kita bersedia diaudit TPS hasilnya berapa. Apalagi ada yang ngaku 5.000 TPS itu kalau kita paksa hari ini pasti nggak akan bisa (tunjukkan),” tuturnya.

Hasan mengatakan Cyrus melakukan pengumuman kemenangan Jokowi-Ma’ruf setelah data masuk sebanyak 87 persen. Pengumuman disampaikan karena dianggap tak akan ada perubahan suara yang signifikan.

“Kalau kita berani tantang dan hasil ini 87 persen nggak akan berubah banyak. Jadi angka ini mirip menyerupai hasil 90 persen. Sebenarnya kita mau umumkan nanti pas 90 persen tapi karena ada yang sok-sok klaim menang duluan maka kita ingin sampaikan ini, yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin yang unggul dari (survei) kita,” ujar Hasan.(*)




Editor : | BN Online | Dny


News Of This Week