Bertempat di lingkungan Rutan Bantaeng, rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WITA dengan suasana yang khidmat. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, menjadikannya momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi diri.
Kegiatan diawali dengan tausiyah singkat yang berisikan pesan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan, serta senantiasa memperbaiki diri. Setelah itu, para peserta melaksanakan Shalat Istisqa’ sebanyak dua rakaat secara berjamaah, dilanjutkan dengan khutbah Istisqa’ dan ditutup dengan sesi doa bersama.
Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa’ bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum strategis untuk membangun kesadaran spiritual dan mempererat kebersamaan antara petugas dan WBP.
“Ini bukan hanya tentang memanjatkan doa, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Di sisi lain, kita perlu membangun kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan, dan turut menjaga kelestariannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Rutan menekankan bahwa pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan merupakan elemen kunci dalam membentuk karakter WBP. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka menjalani proses pembinaan dengan lebih baik dan positif.
Melalui kegiatan ini, Rutan Bantaeng terus berkomitmen untuk memperkuat aspek pembinaan kepribadian. Lembaga pemasyarakatan tersebut berupaya menghadirkan ruang bagi WBP untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan, melakukan refleksi diri, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia.










