Senin, 03 Agustus 2026

DPRD Bantaeng Terima Rancangan KUA-PPAS APBD 2027, Bupati Bantaeng Perkuat Komitmen Pembangunan Daerah


BN Online Bantaeng, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng resmi menerima penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Penyerahan dokumen strategis tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8/2026).


Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi oleh Wakil Ketua I, Hj. Kasmawati, dan Wakil Ketua II, Hj. Jumrah. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, serta sejumlah pejabat penting lainnya, termasuk Penjabat Sekretaris Daerah H. Muhammad Tafsir, Kapolsek Bantaeng IPTU Syamsul Alam, perwakilan Kejaksaan Negeri Bantaeng Sepriyadi, Pasi Intel Kodim 1410/Bantaeng Kapten Inf. Mustari, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh camat se-Kabupaten Bantaeng.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menjelaskan bahwa penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Dokumen ini telah diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah serta target kinerja makro yang ingin dicapai.


"Dokumen Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 merupakan pedoman awal dalam penyusunan APBD yang diarahkan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bantaeng," ujar Bupati Fathul.


Lebih lanjut, Bupati memaparkan proyeksi kebijakan pendapatan daerah tahun 2027 yang disusun dengan mempertimbangkan realisasi pendapatan tahun sebelumnya serta capaian tahun berjalan. Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan.


Sementara itu, untuk sisi belanja daerah, Pemkab Bantaeng tetap konsisten menerapkan pendekatan performance based budgeting atau anggaran berbasis kinerja. Hal ini bertujuan memastikan setiap program dan kegiatan yang dianggarkan benar-benar berorientasi pada hasil nyata, manfaat bagi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.


Terkait kebijakan pembiayaan, Bupati menekankan pentingnya menjaga keseimbangan fiskal melalui pengelolaan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan secara cermat. Langkah ini diambil untuk menutup potensi defisit anggaran maupun memanfaatkan surplus anggaran secara optimal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Menutup sambutannya, Bupati Fathul berharap proses pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan secara konstruktif. Ia mengajak seluruh elemen untuk membangun sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan DPRD agar menghasilkan dokumen perencanaan anggaran yang berkualitas, tepat sasaran, dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng.


Dijamin Pengobatan Gratis, Bupati Bantaeng Minta Warga Cek Tuberkulosis


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng, yang digelar di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Senin, 3 Agustus 2026.


Dalam sambutannya, kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini meminta masyarakat agar penyakit Tuberkulosis tidak boleh disembunyikan. Mengingat, penyakit TB bisa mudah disembuhkan jika pasien mengikuti seluruh pengobatan. 


"Penyakit TB ini bukan aib. Karena sangat mudah disembuhkan kalau ikuti aturannya. Yakni minum obat selama 6 bulan tidak boleh stop. Jadi tdak boleh disembunyikan harus segera diperiksa demi tidak tertular orang sekitar dan keluarga kita," kata Bupati. 


Bupati juga menambahkan, pengobatan penyakit Tuberkulosis telah ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Apalagi, pengobatan dan pencegahan penyakit TB merupakan program andalah Presiden Prabowo Subianto. 


"Jadi ini memang program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo. Jadi kita tidak usah khawatir dengan biayanya. Ini Gratis. Karena demi kesehatan kita dan keluarga sehingga penyakit TB ini harus kita sembuhkan di Bantaeng," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Program Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi, Mirna mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak, dan skrining kesehatan masyarakat yang dlintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). 


"Pelaksanaannya berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026 dengan melibatkan Tim Pelaksana Swakelola, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa/kelurahan, serta lintas sektor terkait, " ungkapnya. 


Dirinya menjelaskan, tujuan kegiatan ini diantara lain mempercepat pelaksanaan contact tracing pada pasien TB, mengintegrasikan tracing TB dengan layanan Cek Kesehatan Gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus TB, mengoptimalkan peran kader dalam pendataan dan mobilisasi kontak, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis sehingga meningkatkan detelsi dinisekaligus mengurangi stigma tematap Tuberkulosis.


"Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap pada 13 wilayah kerja Puskesmas yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di kabupaten Bantaeng, dimulai di UPT Puskesmas Bissappu pada tanggal 27Juli 2026 dan berakhir di UPT Puskesmas Baruga pada tanggal 10 November 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di 42 lokus dengan sasaran sekitar 4.200 masyarakat, atau rata-rata 100sasaran pada setiap lokus", pungkasnya.


Hadir pada kesempatan itu, Asisten Bidang Administrasi Setda, dr. H. Sultan, Kadis Kesehatan, dr. Andi Ihsan, serta Plt. Camat Bissappu, Muzakkir.


Musrenbang Desa Ulugalung Gelar Penyusunan RKPDes 2027 dan RKPD 2028


BN Online Bantaeng,– Pemerintah Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa pada Senin (3/8/2026). Agenda utama kegiatan ini adalah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2028.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat penting, termasuk Plt. Camat Eremerasa, Zulkarnain, SE.MM., yang memberikan arahan terkait sinkronisasi program desa dengan prioritas kecamatan dan kabupaten.


Turut hadir dalam musyawarah ini Kepala Desa Ulugalung, Haleko HB, P3MD, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ulugalung. Kehadiran unsur pemerintahan desa dan lembaga perwakilan rakyat desa ini menunjukkan komitmen bersama untuk merumuskan rencana pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Plt. Camat Eremerasa menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar anggaran desa dapat dialokasikan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Ulugalung menyampaikan bahwa Musrenbang ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan program pembangunan untuk tahun-tahun mendatang.


Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta dokumen perencanaan yang realistis dan sesuai dengan potensi serta permasalahan yang ada di Desa Ulugalung, sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Polres Bantaeng Gelar Serah Terima Jabatan, AKBP Andi Mayasari Resmi Pimpin Butta Toa dan disambut Tari Padduppa


BN Online Bantaeng,– Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng resmi melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) kepemimpinan pada Senin (3/8/2026). Momen ini menandai pergantian tongkat komando dari AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H., kepada AKBP Andi Mayasari, S.I.K., M.M. sebagai Kapolres Bantaeng yang baru.


Rangkaian kegiatan penyambutan dan pelepasan pejabat berlangsung di Mapolres Bantaeng dengan nuansa khidmat serta penuh kekeluargaan. AKBP Andi Mayasari tiba di Mapolres Bantaeng sekitar pukul 08.00 Wita dan disambut langsung oleh pendahulunya, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo.


Prosesi penyambutan diawali dengan laporan dari Wakil Kapolres Bantaeng, dilanjutkan dengan tradisi pengalungan bunga, pemberian buket, penghormatan jajaran, hingga tarian adat Padduppa sebagai bentuk welcome ceremony khas Sulawesi Selatan.


Usai prosesi penyambutan di halaman, acara berlanjut ke Aula Endra Dharmalaksa untuk rangkaian acara kenal pamit. Dalam sesi ini, hadir para pejabat utama Polres Bantaeng beserta Kapolsek jajaran. Acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari pejabat lama, sambutan sekaligus perkenalan diri dari Kapolres baru, serta pertukaran cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan.


Dalam prosesi pelepasan, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo yang didampingi oleh istri, Ny. Nanda Pras, menerima pengalungan bunga dari AKBP Andi Mayasari sebagai simbol penghargaan atas dedikasi selama memimpin.


Pergantian pimpinan ini dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri yang sehat. Kegiatan kenal pamit ini merupakan tradisi organisasi sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus membuka lembaran baru bagi pejabat baru.


"Kami berharap estafet kepemimpinan ini dapat terus memperkuat soliditas internal Polres Bantaeng serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar perwakilan dalam keterangan resminya.


Seluruh personel Polres Bantaeng menyatakan kesiapannya untuk mendukung kepemimpinan AKBP Andi Mayasari dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Bantaeng.


Sekitar pukul 11.30 Wita, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo bersama istri meninggalkan Mapolres Bantaeng. Prosesi pelepasan berlangsung aman, tertib, dan haru.


Dengan dilantiknya AKBP Andi Mayasari, S.I.K., M.M., maka dimulailah babak baru pengabdian untuk menjaga kamtibmas serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bumi Butta Toa, Kabupaten Bantaeng.


Jumat, 31 Juli 2026

Bupati Bantaeng Buka Kaderisasi GMNI, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Mitra Pembangunan


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, secara resmi membuka kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) III yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bantaeng. Pembukaan berlangsung di Baruga Latippa, Pantai Marina, pada Jumat (31/7/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI, Muhammad Fajar, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Riset dan Teknologi. Kegiatan kaderisasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 3 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Re-aktualisasi Trisakti sebagai Jalan Revolusi Kita". Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen organisasi untuk memperkuat kualitas kader melalui penguatan ideologi, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzi Nurdin memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kaderisasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan wadah strategis dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di masyarakat.


"Mahasiswa merupakan elemen strategis yang tidak hanya berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah," ujar Bupati.


Bupati juga menegaskan bahwa perjuangan GMNI berlandaskan pada nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya tertuju pada kaum tani, tetapi juga mencakup nelayan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta seluruh lapisan masyarakat lainnya yang membutuhkan keberpihakan dalam proses pembangunan.


Lebih lanjut, Bupati berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan momen kaderisasi ini sebaik-baiknya.


"Jadikan proses kaderisasi ini sebagai ruang untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan, dan menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Daerah ini membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu menghadirkan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan Bantaeng," pungkasnya.


Acara pembukaan KTD III ini turut dihadiri oleh Ketua DPC GMNI Bantaeng, Jabal Rakhmad; Ketua Pengurus Alumni GMNI Cabang Bantaeng, Muh. Ihsan Hidayat B; jajaran pengurus DPC GMNI Bantaeng, serta seluruh peserta kaderisasi.


Kamis, 30 Juli 2026

Bupati Bantaeng Hadiri Pemaparan Calon Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri kegiatan Zoom Meeting Pemaparan Calon Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Studio Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantaeng, Kamis 30 Juli 2026.


Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2026. Dengan mengusung tema "Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas".


Pemaparan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Saleh, yang menjelaskan bahwa tahapan pemaparan merupakan tahap ketiga dalam proses penilaian setelah sebelumnya dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan.


"Dalam verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sekitar satu minggu lalu, tim penilai telah melihat secara langsung kondisi objektif di desa dan kelurahan peserta serta mencocokkannya dengan data yang disampaikan. Hasil pemaparan ini akan menjadi dasar penetapan juara tingkat provinsi," jelasnya.


Ia menambahkan, desa dan kelurahan terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan akan diumumkan dan diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri pada 31 Juli 2026 untuk mengikuti penilaian tingkat regional Sulawesi dan Kalimantan.


Pada tahap pemaparan tahun ini, terdapat delapan peserta yang terdiri atas lima desa dan tiga kelurahan, yakni, Desa Barae Kabupaten Soppeng, Desa Mario Kabupaten Soppeng, Desa Kalosi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap, Desa Bonto Tangnga Kabupaten Bantaeng; Lembang Rante, Kabupaten Toraja Utara Kelurahan Tolotenreng, Kabupaten Wajo Kelurahan Kadidi, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kelurahan Gunung Sari, Kota Makassar.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah, kepala desa, lurah, serta seluruh pihak yang telah berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan melalui inovasi serta pelayanan kepada masyarakat.


Keikutsertaan Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, sebagai wakil Kabupaten Bantaeng diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.


Turut hadir mendampingi pada kegiatan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asruddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantaeng H. Hariyanto, Camat Uluere Munir Gassing, serta Kepala Desa Bonto Tangnga, dr. Mahmudin.


Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng Buka PUSPAGA Goes to Village di Desa Bonto Tiro


BN Online Bantaeng, -  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, menghadiri sekaligus membuka secara resmi PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Goes to Village dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera yang dilaksanakan di Kantor Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7).


Program PUSPAGA yang turun langsung di desa diharapkan dapat memberikan akses edukasi yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya para orang tua, terkait pola asuh anak dan remaja, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.


Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng menyampaikan bahwa kehadiran PUSPAGA sangat penting sebagai wadah edukasi, konsultasi, konseling dan pendampingan bagi keluarga. Dirinya mengajak seluruh keluarga untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Puspaga.


"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola asuh yang positif, mendorong keluarga yang lebih tangguh, serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan melaporkan apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak", ujarnya.


Melalui PUSPAGA Goes to Village, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap dapat memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, melindungi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju terwujudnya keluarga yang harmonis, berkualitas, dan sejahtera.


Pada kesempatan tersebut, Ketua TP. PKK Bantaeng, meninjau langsung proses pembuatan Kacang Tiras (Tiga Rasa), salah satu produk UMKM yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Bonto Tiro. Produk olahan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat.


Selain diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bonto Tiro, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), dihadiri Camat Sinoa Hj. Erny, Kepala Desa Bonto Tiro, Arman yang didampingi Ketua TP. PKK Desa Bonto Toro Hartuti.


Disdikbud Bantaeng Gelar Rakor Krusial: Batasi Penggunaan HP di Kalangan Siswa SD dan SMP


BN Online Bantaeng,– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bantaeng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kabupaten untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Acara yang berlangsung di Balai Kartini, Kamis (30/7/2026), ini mengusung tema mendesak terkait pengawasan penggunaan handphone atau telepon seluler di lingkungan sekolah.


Rapat koordinasi ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf Jarre, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang hadir, sekaligus menyinggung tingkat kehadiran yang belum maksimal.


"Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menyempatkan hadir di tempat ini. Bagi yang tidak hadir, perlu dipahami bahwa kegiatan seperti ini seharusnya dihadiri karena sifatnya sangat penting," ujar Yusuf.


Ia menjelaskan bahwa rapat ini digelar secara mendadak (dadakan) setelah adanya instruksi dari Bupati Bantaeng. "Kemarin kami dipanggil oleh Bapak Bupati Bantaeng untuk segera melakukan rapat, dan mohon maaf kepada bapak-ibu karena rapat ini sifatnya dadakan," tambahnya.


Tantangan Era Digital dan Kebijakan Kementerian


Yusuf menekankan bahwa tema pembahasan kali ini sangat krusial, yakni pengaruh perangkat digital terhadap proses belajar mengajar dan perkembangan karakter siswa. Ia menyebut bahwa penggunaan handphone oleh siswa saat ini sudah berada dalam tahap "darurat" atau emergency.


"Tema ini bukan tanpa alasan. Di era digital yang serba cepat ini, kita mendapatkan tantangan besar yang mempengaruhi proses belajar mengajar dan perkembangan karakter anak didik kita," jelasnya.


Lebih lanjut, Yusuf mengingatkan bahwa kebijakan pembatasan penggunaan handphone di satuan pendidikan telah ditertibkan oleh Kementerian Pendidikan melalui surat edaran yang diterbitkan sejak bulan lalu. Oleh karena itu, sinergi antara pihak sekolah dan dinas pendidikan sangat diperlukan untuk mengawal implementasi kebijakan tersebut demi kemaslahatan peserta didik di masa depan.


Peserta dan Narasumber


Berdasarkan data undangan, tercatat 150 perwakilan sekolah dasar diharapkan hadir, namun realisasinya sebanyak 135 orang. Sementara itu, untuk jenjang SMP, rapat dihadiri oleh 37 orang, termasuk guru Bimbingan Konseling (BK).


Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural dan fungsional di lingkup Disdikbud Bantaeng, antara lain Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala UPT Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Koordinator Pengawas, serta Kepala Bidang (Kabid) SD, Kabid SMP, dan Kabid Ketenagaan.


Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bantaeng dalam menangani dampak negatif teknologi terhadap pelajar, serta komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkarakter.


Rabu, 29 Juli 2026

Sitti Ramlah Raih Penghargaan Tertinggi "Adhi Bhakti Utama" dari Ketua TP PKK Pusat Atas 32 Tahun Pengabdian


BN Online Bantaeng– Dedikasi dan pengabdian tanpa henti seorang kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) akhirnya berbuah manis. Sitti Ramlah, S.E., M.M., resmi menerima Piagam Penghargaan bergengsi "Adhi Bhakti Utama" dari Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK Pusat, Ny. Tito Karnavian.


Penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas karya bakti dan pengabdian Sitti Ramlah kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Ia telah aktif dan terus menerus berperan sebagai Kader serta Pengurus TP PKK di Provinsi Sulawesi Selatan selama lebih dari 25 tahun, tepatnya mencapai 32 tahun pengabdian.


"Adhi Bhakti Utama" merupakan piagam penghargaan tertinggi yang diberikan kepada para kader dan pengurus PKK yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam memajukan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.


Dalam keterangannya pada Rabu 29 Juli 2026, Sitti Ramlah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia secara khusus menyebutkan dukungan dari suami tercintanya, Hamzah Samad, serta jajaran pimpinan PKK di tingkat kabupaten hingga pusat.


"Terimakasih teruntuk buat suamiku tercinta Hamzah Samad, Ketua TP PKK Kab. Bantaeng Ny. Gunya Paramasukhaputri, Penasehat PKK Ibu Hj. Lies Fachrudin, Ibu Tim Ahli PKK Hj. Rahmah Arsyad, Sekretaris PKK Syamsuniar Malik, serta support dari pengurus PKK Kabupaten Bantaeng," ujar Sitti Ramlah.


Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PKK yang berada di tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan, serta saudara dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan moral maupun material selama ini.


Perjalanan Sitti Ramlah di organisasi PKK dimulai dari level paling bawah sebagai kader, hingga akhirnya tergabung dan aktif di struktur PKK Kabupaten Bantaeng. Selama 32 tahun, ia konsisten berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.


Baginya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa kerja keras dan ketulusan hati akan membuahkan hasil.


"Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Hidup Jaya PKK. PKK selalu di hati," pungkasnya dengan penuh semangat.


Penerimaan penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader-kader PKK lainnya di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bantaeng, untuk terus meningkatkan dedikasi dalam melayani masyarakat melalui gerakan PKK.


Selasa, 28 Juli 2026

KPU Kabupaten Bantaeng dan BPVP Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan


BN Online Bantaeng,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kabupaten Bantaeng. 


Kegiatan ini berlangsung di Aula Butta Toa BPVP Bantaeng pada Selasa,(28/07/2026), dibuka secara resmi oleh Kepala BPVP Kabupaten Bantaeng, Arsad.


Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh, yang memaparkan Sejarah Kepemiluan di Indonesia, mulai dari perjalanan pemilu sejak awal kemerdekaan hingga perkembangan sistem pemilu pada era reformasi sebagai bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia.


"Sejarah kepemiluan di Indonesia merupakan cerminan perjalanan demokrasi bangsa. Mulai dari penyelenggaraan pemilu pertama setelah kemerdekaan hingga berbagai perubahan sistem pemilu pada era reformasi, seluruh proses tersebut menunjukkan komitmen KPU dalam membangun demokrasi yang semakin terbuka, partisipatif, dan berintegritas," ujar Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh.


Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Bantaeng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Aspar Ramli, yang membawakan materi mengenai Tujuan Pemilu serta hubungan antara pelatihan vokasi dan pendidikan pemilih. Dalam paparannya, Aspar Ramli menegaskan bahwa pelatihan vokasi dan pendidikan pemilih merupakan dua proses yang saling melengkapi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.


"Vokasi membekali masyarakat dengan kompetensi dan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja, sedangkan pendidikan pemilih membentuk warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya. Keduanya merupakan investasi penting bagi kemajuan bangsa," jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng, Ramli Kahar, yang mengulas Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Pemilu, meliputi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, serta pentingnya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.


Kepala BPVP Kabupaten Bantaeng, Arsad menyampaikan bahwa kegiatan ini telah lama direncanakan dan akhirnya dapat terlaksana melalui kolaborasi antara BPVP dan KPU Kabupaten Bantaeng. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas demokrasi dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.


"Kegiatan ini sudah lama kami agendakan, namun baru kali ini dapat terlaksana. Kontribusi seperti ini menjadi penting bagi keberlangsungan negeri ini. Bagi saya, KPU sudah menyatu dalam perjalanan hidup saya karena selama tiga periode saya menjadi bagian dari KPU sebagai Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik serta Kasubag Teknis Penyelenggaraan. Pengalaman itulah yang menjadi spirit bagi saya untuk terus berkolaborasi dengan KPU dalam memberikan pendidikan pemilih kepada peserta pelatihan," ujar Arsad.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta BPVP yang aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar demokrasi, kepemiluan, serta peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa.


Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Bantaeng berharap sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi demokrasi, membangun kesadaran politik yang sehat, serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten di dunia kerja, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.


Bupati Bantaeng Sambut Tim Verifikasi Lomba Desa Tingkat Provinsi, Optimistis Desa Bonto Tangnga Raih Prestasi Terbaik


 

BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Selasa, 28 Juli 2026.


Kehadiran tim verifikasi lapangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan disambut langsung oleh Bupati Bantaeng bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng sebagai bagian dari rangkaian penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Tahun 2026.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Sulawesi Selatan beserta seluruh rombongan di Kabupaten Bantaeng.

"Selamat datang di Butta Toa, Kabupaten Bantaeng. Kehadiran Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, inovatif, dan berdaya saing," ujarnya.


Bupati juga menjelaskan, sejalan dengan tema Lomba Desa Tahun 2026, yaitu "Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas", Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen penuh mendorong terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.


Menurutnya, Desa Bonto Tangnga tidak hanya menunjukkan keunggulan dari sisi administrasi pemerintahan, tetapi juga telah melakukan transformasi nyata melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian.


Lebih lanjut, Bupati Bantaeng menyatakan bahwa

"Lomba ini bukan sekadar mengejar penghargaan di atas kertas. Lebih dari itu, ini adalah ruang evaluasi untuk mengukur sejauh mana pembangunan desa benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga menjadi bukti semangat gotong royong serta mental juara masyarakat Bantaeng dalam membangun daerah," ungkapnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan selaku Ketua Tim Verifikasi Lapangan, Drs. H. Muh. Saleh, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muh. Tafsir; Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Hj.Rahma Arsyad, Kepala Dinas PMD,PP dan PA, H.Hariyanto, Kepala Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, dr. Mahmudin, Para Kepala OPD Terkait, Para camat Serta seluruh rombongan team penilai provinsi Sulawesi Selatan.


Polres Bantaeng Gelar Sertijab Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba, dan Kapolsek Uluere


BN Online Bantaeng – Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) untuk tiga posisi strategis, yakni Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba), dan Kapolsek Uluere. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Apel Assiama Mapolres Bantaeng pada Senin pagi (28/7/2026).


Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H.


Dalam acara ini, jabatan Kasat Reskrim resmi diserahterimakan dari AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si., kepada AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M. Sebelumnya, AKP Andi Aldiansyah menjabat sebagai Kapolsek Pattallassang di Polres Takalar.


Selanjutnya, jabatan Kasat Resnarkoba diserahkan dari AKP Hendra Firdaus, S.H., M.H., kepada IPTU Chaidir, S.H., M.H., yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kapolsek Barombong di Polres Gowa. Sementara itu, posisi Kapolsek Uluere diserahkan dari IPTU Daeng Masinna kepada IPTU Aswan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Regident Satlantas Polres Kepulauan Selayar.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Bantaeng KOMPOL Andi Ikbal, S.Pd., M.H., para Pejabat Utama (PJU), perwira, serta seluruh personel Polres Bantaeng. Kehadiran juga diperkuat oleh Ketua Bhayangkari Cabang Labuhanbatu Selatan, Ny. Nanda Pras, beserta pengurus dan anggota Bhayangkari.


Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, dalam sambutannya menyatakan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan dinamika normal dalam organisasi Polri. Langkah ini bertujuan untuk penyegaran sekaligus pengembangan karier personel.


“Pergantian jabatan bukan sekadar perubahan posisi, tetapi merupakan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijawab dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.


AKBP Nur Prasetyantoro juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pejabat lama, yaitu AKP Gunawan Amin, AKP Hendra Firdaus, dan IPTU Daeng Masinna. Ia menilai pengabdian, loyalitas, serta kontribusi mereka selama menjabat telah menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Bantaeng.


Kepada pejabat baru, Kapolres berpesan agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, membangun sinergi dengan seluruh personel, serta melanjutkan berbagai program dan inovasi yang telah berjalan.


“Kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada pejabat baru hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” tegasnya.


Suasana upacara berlangsung penuh rasa kekeluargaan. Momen sertijab ini tidak hanya dimaknai sebagai prosesi administratif pergantian jabatan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh personel Polres Bantaeng dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

News Of This Week