Rabu, 20 Mei 2026

Momentum Harkitnas 2026, Rutan Bantaeng Ajak Jajaran Perkuat Semangat Kebangsaan


BN Online Bantaeng, -- Rutan Kelas IIB Bantaeng melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/05). Kegiatan yang berlangsung di halaman Rutan Bantaeng tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, peserta magang, serta perwakilan warga binaan.


Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, bertindak selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Karutan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun bangsa yang maju dan berdaya saing.


Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bersama”. Melalui tema tersebut, seluruh jajaran diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebersamaan.


Karutan Bantaeng juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan peringatan Harkitnas sebagai refleksi dalam meningkatkan disiplin, integritas, dan kualitas kinerja, khususnya dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan pelayanan publik.






Fenomena Pak Ogah: Kebutuhan yang Dilegalkan atau Kepedulian yang Hilang?


 

Oleh: Dr. Benny Nurfin Yusuf, M.H. (Waketum MTI  Bidang Ekosistem Tranaportasi Jalan)


BN Online Klaten,---  20 Mei 2026, Pendopo Klaten_ , :_ Tentu kita masih ingat dengan serial film boneka nasional "UNYIL" yang sangat digandrungi anak-anak era 1980-an. Salah satu sosok yang paling melekat di ingatan kolektif kita adalah "Pak Ogah"—karakter ikonis berjiwa malas yang sangat identik dengan jargonnya: *"Cepe dulu dong!"* jika ada yang membutuhkan bantuannya.

Siapa sangka, berpuluh-puluh tahun kemudian, karakter fiksi tersebut mengalami "reinkarnasi massal" di dunia nyata. Dalam konteks lalu lintas di Indonesia, sosok Pak Ogah kini menjadi fenomena yang sangat viral. Mereka hadir "bak jamur di musim hujan", hampir di setiap persimpangan, celah median jalan (U-turn), atau titik botol ( _bottleneck_ ).


Bagi sebagian pengendara yang sedang buru-buru, kehadiran Pak Ogah dianggap sebagai juru selamat yang membelah kemacetan. Namun, bagi sebagian lainnya, keberadaan mereka justru memicu kekesalan dan senam jantung. Alasan pembenaran pun kerap muncul: mereka dianggap membantu di titik-titik rawan yang tidak dijaga petugas, terutama pada jam sibuk. Ada pula yang membisikkan argumen sosiologis bahwa ini adalah bentuk kearifan lokal dalam pemberdayaan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja kreatif.


Agar kita tidak terjebak dalam romantisme sosial yang keliru, mari kita bedah fenomena ini dari kacamata tata kelola lalu lintas yang teratur, tertib, selamat, dan nyaman. Mengapa Pak Ogah bisa subur di jalanan kita?

1. *Kegagalan Menghadirkan Lingkungan Transportasi Ideal (Pendekatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas)* 

Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) kita tampaknya sedang mengalami *culture shock* yang berkepanjangan. Pada era 80-an, volume kendaraan masih bersahabat. Tugas petugas DLLAJ (sekarang Dinas Perhubungan) maupun Polantas relatif linier: menjaga dan mengawasi pergerakan.

Namun waktu bergerak cepat, pertumbuhan manusia dan kendaraan melesat bak roket, sementara respons infrastruktur kita masih berjalan secepat siput. Transportasi modern bukan lagi sekadar urusan "bergerak dari titik A ke titik B", melainkan tuntutan kepastian waktu dan efisiensi. Kondisi inilah yang gagap kita respons. 


Menghadirkan lingkungan transportasi yang ideal adalah wujud mutlak kehadiran negara bagi masyarakatnya. Jika mencermati lalu lintas perkotaan di hampir seluruh wilayah Indonesia, kita harus berani jujur: kita belum sepenuhnya berhasil melakukan rekayasa sosial (*social engineering*) dalam bertransportasi. Alhasil, jalanan kita carut-marut. Tragisnya, data menunjukkan bahwa setiap jam, ada 3 sampai 4 anak bangsa yang harus kehilangan nyawa sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan. Pertanyaannya adalah  ini salah siapa?, dan sampai kapan pembiaran ini akan kita pelihara?


2. *Hilangnya Kepedulian: Membiarkan Pelanggaran Menjadi Budaya* 

Kata "peduli" itu sangat sederhana diucapkan, tetapi luar biasa mahal dalam implementasinya. Saat ini, kita seolah menganggap ketidakteraturan dan pelanggaran kecil di jalan sebagai hal yang lumrah. Padahal, dari pembiaran-pembiaran kecil itulah petaka besar bermula, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Secara regulasi, aturan main di jalan itu sudah sangat jelas. Ia tidak hanya tertulis di lembaran negara, tetapi juga "berbicara" langsung kepada kita melalui rambu, marka, dan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). Rambu-rambu itu dipasang agar kita tertib dan mengutamakan keselamatan.

Sayangnya, rasa peduli itu sering kali menguap—baik dari sisi pengguna jalan yang gemar mengambil jalan pintas, maupun dari sisi pengawasan. Ketika rasa peduli hilang, kekosongan ruang publik itu langsung diisi oleh hukum rimba jalanan. 


Hadirnya Pak Ogah adalah indikator nyata dari hilangnya kepedulian kolektif kita, yang jika dibiarkan, akan mengkristal menjadi sebuah budaya baru yang keliru.  


3. *Pak Ogah: Bentuk Gagap Transformasi sebagai Makhluk Sosial* 

Mari kita bedah dari sisi hukum positif. Kehadiran Pak Ogah di jalan raya, secara regulasi, sebenarnya adalah bentuk "pengangkangan" terhadap aturan penegakan hukum. Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pada Pasal 7 ayat (2), kewenangan pengaturan dan pengawasan lalu lintas di jalan secara atributif berada di tangan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan instansi pemerintah di bidang sarana dan prasarana LLAJ (Dinas Perhubungan). Maknanya adalah: jangankan "Pak Ogah", petugas Dinas Perhubungan pun memiliki batasan ruang lingkup yang jelas dalam konteks penegakan hukum di jalan dan harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jadi, sangat tidak logis jika hak mengatur jalan yang menyangkut hajat hidup dan keselamatan orang banyak justru "didelegasikan" secara informal kepada individu tak berseragam yang bermodalkan peluit dan selembar ragi (kain penunjuk jalan).


Di dalam manajemen lalu lintas, kita mengenal :Asas Prioritas" aturan mainnya tegas: arus kendaraan dari jalan minor (jalan yang lebih kecil/akses) wajib mendahulukan dan memberikan hak utama kepada arus kendaraan di jalan major (jalan utama).

Ketika Pak Ogah mengambil alih peran ini, asas prioritas tersebut dijungkirbalikkan. Atas nama koin "cepe dulu", kendaraan dari jalan major dihentikan secara paksa demi meloloskan kendaraan dari jalan minor. 


Fenomena ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga merusak mindse  hukum masyarakat. Publik akan berpikir:  "untuk apa patuh aturan, kalau di lapangan yang menentukan siapa yang boleh lewat adalah siapa yang memberi uang?"


Menoleransi kehadiran "Pak Ogah" di jalanan adalah bentuk kemunduran tata kelola transportasi di tengah arus modernisasi bangsa. Jika kita bermimpi memiliki sistem transportasi kelas dunia yang cerdas (smart mobility), maka langkah pertamanya adalah mengembalikan supremasi hukum di jalan raya. Mari kita akhiri fenomena "cepe dulu" ini. 


Menertibkan "Pak Ogah" bukan berarti memutus rezeki mereka, melainkan mengembalikan fungsi jalan pada marwahnya: tertib, teratur, hukum yang tegak, dan keselamatan yang utama. Jalan raya adalah ruang publik milik bersama yang diatur oleh undang-undang, bukan wilayah kekuasaan berbasis koin recehan.


Ditulis di pendopo klaten, 20 Mei 2026. (Selamat Hari Kebangkitan Nasional;  Mari kita bangkit secara nasional membangun  budaya keselamatan berlalu lintas "hadirkan Transportasi Jalan Modern" ), BNY

Sekda Bantaeng H. And Wahab Lepas Jamaah Calon Haji Bantaeng Kloter 42 Embarkasi Makassar Tahun 2026 Alami Peningkatan Signifikan


BN Online Bantaeng, — Pemerintah Kabupaten Bantaeng secara resmi melepas dan memberangkatkan Jamaah Calon Haji Kabupaten Bantaeng Tahun 1447 H/2026 M yang dipusatkan di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng, Selasa 19 Mei 2026.


Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bantaeng, H. Muh. Tahir, menyampaikan bahwa jumlah jamaah calon Haji Kabupaten Bantaeng yang masuk dalam alokasi kuota tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jamaah sebanyak 174 orang, maka pada musim haji tahun ini meningkat menjadi 331 orang.


Jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 42 Embarkasi UPG/Makassar Gelombang II. Para jamaah diberangkatkan dari Kabupaten Bantaeng menuju Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa, 19 Mei 2026 dan dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci Mekkah pada 20 Mei 2026 pukul 20.30 WITA. Jamaah direncanakan kembali ke tanah air pada 1 Juli 2026 pukul 07.45 WITA.


Adapun jumlah jamaah dalam Kloter 42 sebanyak 393 orang yang terdiri dari,  323 jamaah asal Kabupaten Bantaeng, 42 jamaah asal Kabupaten Luwu, 11 jamaah asal Kabupaten Bone, 6 jamaah asal Kota Makassar, dan 4 jamaah asal Kabupaten Takalar.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H. Abdul Wahab, mewakili Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi melepas  Calon jamaah haji Kloter 42 Embarkasi Makassar dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan serta dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.


“Pemerintah Kabupaten Bantaeng mendoakan seluruh jamaah agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Kami juga berharap para jamaah dapat menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci,” ujarnya.


Sebagai informasi, total pendaftar haji yang masuk daftar tunggu (waiting list) di Kabupaten Bantaeng sejak 21 Oktober 2011 hingga 18 Mei 2026 mencapai 9.060 orang. Dengan jumlah tersebut, estimasi masa tunggu bagi pendaftar baru diperkirakan mencapai 30 tahun.


Turut hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng H. Budi Santoso, Wakapolres Bantaeng Kompol Andi Ikbal mewakili Kapolres Bantaeng, Kasdim 1410/Bantaeng Mayor Inf. Ruben Jacob Tana mewakili Dandim 1410/Bantaeng, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bantaeng Akhmad Putra Dwi mewakili Kajari Bantaeng, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantaeng Asruddin, Wakil Ketua II DPRD Bantaeng Hj. Jumrah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kabupaten Bantaeng Nur Arifandi Aziz, Manager BSI Branch Office Bantaeng Jefry Andeansjah, para Kepala OPD, para Camat dan Lurah, serta para Jamaah Calon Haji Kabupaten Bantaeng.

Senin, 18 Mei 2026

Dugaan Korupsi Perumda Air Minum Tirta Eremerasa 2023 - 2025,Unit Tipikor Polres Bantaeng ke Tahap Penyidikan dan Telah Gelar Perkara


BN Online Bantaeng,– Kepolisian Resor Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan resmi meningkatkan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Perumda Air Minum Tirta Eremerasa Kabupaten Bantaeng tahun anggaran 2023–2025 ke tahap penyidikan.


Peningkatan status perkara tersebut dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Bantaeng setelah melaksanakan gelar perkara di Mapolda Sulsel pada Rabu, 13 Mei 2026 lalu.


Kapolres Bantaeng, Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H., melalui Plt Kasi Humas sekaligus Kasat Reskrim Polres Bantaeng, Gunawang Amin, S.H., M.Si., mengatakan penyidik Tipidkor telah melalui sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum meningkatkan status kasus tersebut.


“Sejumlah tahapan telah dilakukan penyidik Unit Tipidkor, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi hingga gelar perkara, sehingga kasus tersebut resmi naik ke tahap penyidikan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan serta pemeriksaan sejumlah saksi hingga proses gelar perkara, ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran operasional PDAM Bantaeng tahun anggaran 2023–2025.


Dalam proses penyelidikan, penyidik menemukan adanya indikasi kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp3 miliar.


Saat ini, penyidik masih terus mendalami perkara tersebut guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat serta menghitung total kerugian negara dalam kasus tersebut.


Kasus dugaan korupsi di Perumda Air Minum Tirta Eremerasa ini kini menjadi perhatian publik mengingat perusahaan daerah tersebut memiliki peran penting dalam pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng.


Sabtu, 16 Mei 2026

Kapolres Bantaeng Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Kaloling

BN Online Bantaeng,-- Mendukung program ketahanan pangan nasional, hal itu terus diperlihatkan jajaran Polres Bantaeng Polda Sulsel dengan melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Sabtu (16/5/2026)


Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah pedesaan.


Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H., melalui Plt. Kasi Humas AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si., menyampaikan keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, koordinasi lintas sektor, hingga pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat petani.


“Polres Bantaeng melalui jajaran Polsek terus hadir mendampingi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi program pemerintah pusat,” ujar AKP Gunawang.


"Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Pendampingan rutin yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama kelompok tani diharapkan mampu memotivasi masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif secara optimal," tambahnya


Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan ekonomi, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian menjadi bukti nyata bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pangan.


Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Desa Kaloling dihadiri Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H.,  Hadir pula Asisten I Bidang  Pemerintahan Asruddin, S.IP., M.Si., mewakili Bupati Bantaeng, Danramil Tompobulu Kapten Inf Syamsudin mewakili Dandim 1410/BTG, Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bantaeng Sepriyadi, S.H. mewakili Kajari Bantaeng, Para Kepala OPD Lingkup Pemkab Bantaeng, Para PJU Polres dan Kapolsek Jajaran, Camat Gantarangkeke Salmawati, S.T.,M.M., Kades Kaloling Ruslan S.E, Kades Tombolo Hamsah, Kelompok-kelompok Tani, Para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan masyarakat setempat.

 

Rabu, 13 Mei 2026

Dinas Kesehatan Bantaeng Raih Opini WTP untuk Laporan Keuangan BLUD Puskesmas Tahun 2025


BN Online Bantaeng,-- Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut ditandai dengan hasil audit laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Tahun Anggaran 2025 yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Ribka Aretha & Rekan.


Penyerahan laporan keuangan audited dilaksanakan bersama para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bantaeng dan menjadi momentum penting dalam penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan sektor kesehatan daerah.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Ihsan, M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Puskesmas, tim pengelola BLUD, serta auditor independen atas kerja sama dan dedikasi dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi dan ketentuan perundang-undangan.


“Capaian opini WTP ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen bersama dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan profesional di seluruh Puskesmas Kabupaten Bantaeng,” ujarnya.


Beliau menambahkan bahwa opini WTP bukan sekadar capaian administratif, melainkan menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola organisasi dan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakat.


Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berharap seluruh Puskesmas dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempertahankan integritas dalam pengelolaan keuangan BLUD secara berkelanjutan.


Selain sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, hasil audit ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan pemerintah daerah serta menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan tata kelola di masa mendatang.


Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus mendukung penguatan sistem manajemen keuangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan internal demi terciptanya pelayanan kesehatan yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.




Wabup Bantaeng Hadiri Pembentukan KOMCAD Unsur ASN Prov. Sulsel.


BN Online Makassar,- Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin menghadiri Upacara Penetapan KOMCAD dalam rangka Pembentukan Komponen Cadangan (KOMCAD) unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dilangsungkan di Lapangan Karebosi, Jl. Ahmad Yani, Makassar, Rabu (13/5).


Sebagaimana diketahui bersama, Sulsel ditetapkan sebagai pelopor nasional dalam program pembentukan Komcad khusus dari kalangan birokrasi sipil. Dengan tujuan memperkuat sistem pertahanan semesta dengan melibatkan ASN, sekaligus meningkatkan nasionalisme dan disiplin kerja ASN.


Wabup Bantaeng pada kesempatan itu menghaturkan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan menyebut bahwa program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui kesiapsiagaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.


"Apresiasi dan dukungan senantiasa kita berikan dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui keterlibatan unsur sipil. Mari kita membentuk mentalitas yang disiplin, tangguh dan memiliki dedikasi tinggi", ujar Wabup.


Peringati HUT IBI ke-75, Ketua TP. PKK Bantaeng Buka Bakti Sosial Pelayanan KB Serentak di Puskesmas Kassi-Kassi


 

BN Online Bantaeng, - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bakti Sosial Pelayanan KB Serentak yang digelar di Puskesmas Kassi-Kassi, Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Rabu (13/5).


Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), International Day of the Midwife (IDM) 2026, serta Pekan Imunisasi Dunia melalui Program Indonesia Bebas Zero Dose.


Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Bantaeng menegaskan bahwa pelayanan KB serentak merupakan bentuk nyata dukungan PKK terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarga. 


Menurutnya, program keluarga berencana tidak hanya berkaitan dengan pengendalian kelahiran, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, mencegah stunting, serta menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.


"KB bukan sekadar membatasi kelahiran, melainkan upaya mengatur jarak kehamilan demi meningkatkan kesehatan ibu dan anak, mencegah stunting, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri", tuturnya.


Ketua TP. PKK mengajak seluruh kader PKK untuk terus aktif memberikan edukasi, motivasi dan mendampingi pasangan usia subur (PUS) agar tidak ragu menggunakan kontrasepsi, terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).


"Semoga melalui bakti sosial ini, jangkauan pelayanan KB semakin merata, dan kualitas keluarga di Kabupaten Bantaeng semakin meningkat", pungkasnya.


Turut Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala DPPKB Kabupaten Bantaeng, Fiqih Safitriyanti Luhulima, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Amiruddin, Ketua IBI Cabang Bantaeng Muliani, Ketua TP PKK Camat Pa'jukukang, Ketua TP PKK Desa Nipa-Nipa, serta Kepala Puskesmas Baruga, dan Kepala Puskesmas Kassi-Kassi Kabupaten Bantaeng.

Sebanyak 31.654 Masyarakat Bantaeng Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng Dari Bupati Bantaeng

BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menyalurkan Bantuan Pangan 2026 periode Februari dan Maret berupa Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter kepada 31.655 masyarakat penerima bantuan. Penyaluran bantuan dari Bulog tersebut secara simbolis digelar  di Kantor Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Selasa, 12 Mei 2026.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Sosial, kecamatan, dan kelurahan atas kinerjanya sehingga masyarakat Bantaeng terus mendapatkan bantuan dari pusat. 


"Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan lagi. Semoga bantuan ini bisa digunakan secara bijak dan jangan sampai dijual", kata Bupati.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Abdi Sam memberikan apresiasi Bupati Bantaeng, mengingat atas petunjuk Bupati, bantuan pangan tersebut bertambah sebanyak 15 ribu Kepala keluarga (KK). 


"Terima kasih kepada bapak Bupati, karena peran beliau sehingga Bantuan Pangan beras bisa bertambah. Dengan adanya bantuan pangan beras ini masyarakat bisa sedikit meringankan kebutuhan pangan dalam keluarganya, " pungkasnya.


Pada kesempatan itu, Bupati Bantaeng didampingi pula oleh Camat Bantaeng, Andi Andrie Pawiloi, serta jajaran terkait lainnya.


 

Selasa, 12 Mei 2026

Bupati Bantaeng Serahkan Dua Paket Umroh Gratis ke Pegawai RSUD Prof. Anwar Makkatutu


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin membuka Forum Komunikasi Bersama yang digelar RSUD Prof. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng, Selasa 12, Mei 2025.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng menyerahkan penghargaan undian Paket Umroh kepada pegawai rumah sakit yakni Enni Suryani dan Ahrianti. 


Bupati memberikan apresiasi dengan digelarnya forum konsultasi publik RSUD Prof. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng ini. Mengingat, Forum ini dimana rumah sakit daerah mau mendengar keluhan baik dari pasien, pegawai, dan berbagai pihak. 


"Tentunya kami berharap dalam kegiatan ini adanya partisipasi yang aktif, kemudian kita cari solusi bersama, dan juga komitmen bersama. kegiatan ini bukan dibuat untuk kita ini saling menyalahkan. Tetapi bagaimana agar kita bisa menyelesaikan masalah bersama-sama sehingga tidak terjadi secara berulang", ujar Bupati.


Bupati juga mengungkapkan RSUD Prof. Anwar Makatutu Bantaeng merupakan rumah sakit rujukan utama bagi wilayah selatan Sulsel. Sehingga salah satu kendala yang dihadapi adalah penumpukan pasien. 


"Kami sementara mengusahakan agar rumah sakit ini ada penambahan gedung baru nanti, InsyaAllah. Karena ini masalah di Bantaeng yang cukup vital. Karena kita melayani lebih dari dua, bahkan tiga kabupaten terkait masalah pelayanan kesehatan. Sehingga kami butuh doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah pusat bisa membantu kami," ungkapnya. 


Sementara Plt. Direktur RSUD Prof. Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Yusri Lisangan mengatakan, forum pelayanan publik ini merupakan wadah komunikasi antara penyelenggara layanan dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan.


"Jadi kami membutuhkan masukan dan kritikan yang dapat membangun sehingga kami dapat memperbaiki, terutama layanan-layanan di rumah sakit kami. Jadi, Rumah Sakit Bantaeng mempunyai visi terwujudnya Rumah Sakit Bantaeng sebagai primadona di Sulawesi Selatan, " katanya. 


"Menciptakan pelayanan kesehatan mandiri dan proaktif, menciptakan pelayanan kesehatan berorientasi kendali mutu dan kendali biaya, serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, " tambahnya.

Tampilkan Inovasi Unggulan, Rutan Bantaeng Optimistis Raih WBBM 2026 Usai Ikuti Desk Evaluasi TPI


BN Online Bantaeng, --- Rutan Kelas IIB Bantaeng terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Kepala Rutan Bantaeng bersama Tim Zona Integritas dalam kegiatan Desk Evaluasi Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Selasa (12/05).


Kegiatan yang berlangsung secara virtual tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan Rutan Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Bantaeng, Ambo Asse A, bersama Tim ZI memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola organisasi, hingga inovasi pelayanan yang telah diterapkan.


Selain pemaparan materi, Tim Penilai Internal juga melakukan peninjauan secara langsung melalui live streaming terhadap sejumlah fasilitas dan layanan di Rutan Bantaeng. Peninjauan meliputi area parkir, layanan kunjungan, sarana dan prasarana pendukung, hingga berbagai inovasi pelayanan yang dihadirkan untuk mempermudah masyarakat dan warga binaan.


Tak hanya itu, Tim TPI turut melakukan sesi wawancara dengan Tim Zona Integritas Rutan Bantaeng terkait implementasi pembangunan ZI serta strategi peningkatan pelayanan publik yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, dan kepuasan masyarakat.


Kepala Rutan Bantaeng, Ambo Asse A, menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya sekadar pemenuhan administrasi, namun menjadi bentuk nyata komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang prima melalui berbagai inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat maupun warga binaan. Harapannya, semangat pembangunan Zona Integritas ini dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi kualitas pelayanan publik di Rutan Bantaeng,” ujarnya.


Kegiatan desk evaluasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta diharapkan mampu semakin memperkuat langkah Rutan Bantaeng dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026.

Senin, 11 Mei 2026

Kapolda Sulsel Beri Penghargaan Terbaik Pada 12 Personel Sat Reskrim Polres Bantaeng dalam Kasus Curanmor


BN Online Bantaeng,-- Sebanyak 12 personel Polres Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan menerima penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas daerah dengan barang bukti sebanyak 45 unit sepeda motor di wilayah Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba.


Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., kepada personel berprestasi dalam upacara yang digelar di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (11/05/2026).


Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada anggotanya atas capaian pengungkapan kasus tersebut.


Menurut AKP Gunawang Amin, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Kepolisian Republik Indonesia, khususnya jajaran Polres Bantaeng, untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Keberhasilan pengungkapan kasus curanmor lintas daerah ini juga menjadi bentuk komitmen Polres Bantaeng dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Bantaeng.

News Of This Week