Rabu, 03 Juni 2026

Bupati Bantaeng Lantik Muhammad Tafsir sebagai Pj. Sekda Bantaeng, Dorong Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Dr. H. Muhammad Tafsir P., M.AP sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng. Pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng dan disaksikan oleh jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Rabu (3/6).


Dr. H. Muhammad Tafsir, saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bantaeng. Pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Pada kesempatan itu, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-11 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan.


"Izinkan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan OPD, dan dari Inspektorat bahwa kemarin sore pada pukul 16.00 Wita,BPK Perwakilan Sulawesi Selatan baru saja menyerahkan LHP, laporan hasil pertanggungjawaban dan alhamdulillah kita dinyatakan mendapatkan WTP yang ke-11 kalinya tentunya berkat kerja keras teman-teman semua makanya kita bisa mempertahankan status opini wajar tanpa pengecualian ini. Tapi tentunya harus lebih ditingkatkan lagi. Jadi yang perlu diperbaiki kita perbaiki lagi agar tahun depan dan tahun-tahun seterusnya, InsyaAllah kita masih bisa mendapatkan WTP", katanya.


Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Sekretaris Daerah sebelumnya, Drs. Abdul Wahab, S.E.,M.Si, atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Kabupaten Bantaeng.


"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Wahab selaku Sekretaris Daerah sebelumnya yang begitu luar biasa pengabdiannya untuk Kabupaten Bantaeng karena beliau itu menjadi Sekda kurang lebih 10 tahun dan mendampingi 5 kepemimpinan bupati yang memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Bantaeng".


Sementara itu, Bupati juga berharap Kepada Pj. Sekda yang baru saja dilantik, agar menjalankan tugas dengan baik serta melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, posisi Sekretaris Daerah merupakan jabatan yang sangat strategis karena berperan penting dalam menjaga stabilitas dan efektivitas roda pemerintahan.


"Selamat bertugas Pak Sekda tolong agar kiranya melakukan pembenahan karena dalam pemerintahan, posisi yang paling strategis adalah Sekda. Sekda yang menentukan bagaimana internal pemerintah daerah dapat berjalan dengan kondusif. Jika Sekda bekerja dengan baik, maka seluruh tugas pemerintahan dapat berjalan lebih optimal",pungkasnya.


Bupati Bantaeng juga menyampaikan bahwa saat ini jabatan Sekretaris Daerah definitif masih kosong dan akan segera dilakukan proses seleksi terbuka.


"Kita akan membuka seleksi untuk calon Sekda definitif di Kabupaten Banteng. Tentunya Pak Pj. Sekda juga bisa ikut nanti. Dan kita lihat siapa yang kira-kira bisa menduduki posisi Sekda ini dan tentunya ini adalah posisi yang sangat strategis dan ini semua ditentukan dari kinerja Bapak Ibu semua", tutupnya.

Gerbong Mutasi Polres Kediri Bergerak Jelang Hari Bhayangkara

Upacara Sertijab di Mako Polres Kediri. (Foto : Hari)


KEDIRI  - JATIM, BIDIK NASIONAL MEDIA GROUP || Polres Kediri Polda Jatim melakukan mutasi dua pejabat utama serta  Kapolsek jajaran menjelang Hari Bhayangkara, dalam kegiatan serah terima jabatan yang digelar di Mapolres Kediri, Selasa (2/6/2026) dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priyaji, S.H., S.I.K., M.Si.


Tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026, sejumlah jabatan Kapolsek yang mengalami pergantian di antaranya Kapolsek Kandangan, Ngancar, Puncu, Kunjang, Plemahan, Gurah, Plosoklaten, Gampengrejo, Purwoasri, Ngasem, dan beberapa jajaran lainnya.


Pergantian jabatan meliputi:

1. AKP Dyah Ayu Mirda Puspita Redhaningtyas, S.Tr.K., M.H., dari Paurpulahinprodok Subbid PID Bidhumas Polda Jatim menjadi Kasatbinmas Polres Kediri.

2. AKP Donny Sekti Ardhianto, S.H., dari Kasatintelkam Polres Ponorogo menjadi Kasipropam Polres Kediri.

3. AKP Wendi Sulistiono, S.T.K., S.I.K., M.H., dari Pama Polda Jatim menjadi Kapolsek Pare Polres Kediri.

4. AKP Barkah Ramsul, dari Kasatbinmas Polres Kediri menjadi Kapolsek Purwoasri.

5. AKP Rudi Hartono, S.H., dari Kapolsek Purwoasri menjadi Kapolsek Gampengrejo.

6. AKP Irfan Widodo, S.H., dari Kapolsek Gampengrejo menjadi Kasubbagstrajemen dan RB Bagren Polres Kediri.

7. AKP Didik Suryono, S.H., dari Kasipropam Polres Kediri menjadi Kapolsek Plosoklaten.

8. AKP Dwi Widodo, S.H., dari Kapolsek Plosoklaten menjadi Kapolsek Gurah.

9. AKP Rudy Widianto, S.H., dari Kapolsek Ngancar menjadi Kapolsek Kandangan.

10. AKP Rudi Darmawan, S.H., M.H., dari Kapolsek Pare menjadi Kapolsek Kepung.

11. AKP Gatot Pesantoro, S.H., dari Kapolsek Plemahan menjadi Kasubbagbekpal Baglog Polres Kediri.

12. Iptu Ardian Wahyudi, S.H., dari Ps. Kapolsek Gurah menjadi Kapolsek Plemahan.

13. AKP Marjuki, S.H., M.H., dari Kapolsek Puncu menjadi Kapolsek Ngancar.

14. AKP Djuri Winarto, S.H., dari Kasubbagbinkar Bag SDM menjadi Kapolsek Puncu

15. AKP Udi Waluyo, dari Kapolsek Kunjang menjadi Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Kediri.

16. AKP Miftakhudin, dari Kasubbagbekpal Baglog menjadi Kapolsek Kunjang.

17. Ipda Heri Priyadi, S.H., dari Kapolsek Ngasem menjadi Pama Polres Kediri.

18. Iptu Bambang Supaku, S.H., dari Kanit Paminal Sipropam Polres Kediri menjadi Kapolsek Ngasem.


Dalam amanatnya, Bramastyo menegaskan bahwa mutasi merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi Polri.


“Hari ini kita melaksanakan serah terima jabatan dua pejabat utama Polres Kediri, yakni Kasat Intelkam dan Kasat Tahti, serta 12 jabatan Kapolsek jajaran. Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pembinaan karier dan peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi,” ujar AKBP Bramastyo.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bramastyo juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama yang mendapat tugas baru. Ia berterima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Polres Kediri.


“Terima kasih atas kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, membangun sinergitas dengan unsur tiga pilar, serta memberikan pelayanan yang responsif, adaptif, dan humanis kepada masyarakat,” katanya.


AKBP Bramastyo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dicapai oleh Polri seorang diri. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Kediri.


“Keberhasilan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan pernah tercapai tanpa dukungan masyarakat. Karena itu saya tekankan agar seluruh anggota terus memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis kepada masyarakat,” tegasnya.


Mutasi ini diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus penguatan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Kediri. (Hrb)

Breaking News : Kejaksaan Negeri Bantaeng Bergerak Melakukan Penggeledahan di Kantor PDAM Tirta Eremerasa, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Senilai Rp6 Miliar


BN Online Bantaeng, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng melakukan penggeledahan intensif di kantor Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, pada pagi hari ini, Rabu (03/06/2026). Aksi ini merupakan bagian dari penyelidikan mendalam terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan dana hibah program air minum perkotaan.

Penggeledahan ini dilakukan setelah kasus tersebut resmi dinaikkan ke tahap penyidikan oleh Kejari Bantaeng beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, total kerugian negara atau nilai dana yang diduga dikorupsi mencapai sekitar Rp6 miliar, tergantung pada rincian pos anggaran yang sedang diperiksa, termasuk dana hibah dan penyertaan modal.


Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, melalui tim penyidik, mengonfirmasi bahwa penggeledahan bertujuan untuk mengamankan bukti-bukti dokumen administratif, laporan keuangan, serta data digital yang berkaitan dengan pencairan dan penggunaan dana hibah tersebut. Sejumlah pejabat dan staf PDAM Tirta Eremerasa tampak mendampingi proses penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA.


"Kami telah meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan karena adanya bukti permulaan yang cukup kuat mengenai indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah air minum," ujar seorang sumber dari Kejari Bantaeng yang enggan disebutkan namanya, Rabu pagi.


Kasus ini bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau inspektorat daerah yang menyoroti ketidakwajaran dalam pelaporan penggunaan dana hibah pemerintah pusat dan daerah yang dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur air bersih di Kabupaten Bantaeng. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk perbaikan jaringan dan perluasan akses air bersih, namun diduga ada aliran dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya.


Penggeledahan hari ini menjadi langkah krusial bagi penyidik untuk melengkapi barang bukti sebelum kemungkinan penetapan tersangka lebih lanjut. Masyarakat Kabupaten Bantaeng berharap proses hukum ini dapat berjalan transparan dan adil, mengingat PDAM Tirta Eremerasa merupakan satu-satunya penyedia air bersih utama di wilayah tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Tirta Eremerasa belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penggeledahan tersebut. Proses penyelidikan masih terus berlanjut di bawah koordinasi Kejari Bantaeng.

Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa di Eremerasa Berhasil Diciduk Tim Resmob Polres Bantaeng


BN Online Bantaeng, – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bantaeng bersama Unit Reskrim Polsek Eremerasa, berhasil  meringkus dua orang pemuda yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum.


Penangkapan para pelaku didasarkan pada laporan polisi dengan nomor LP/B/113/V/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN, tertanggal 27 Mei 2026, yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Saenda (41), setelah anaknya yang berstatus mahasiswa menjadi korban kebrutalan kelompok ini.


Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si, membenarkan operasi penangkapan tersebut.


"Benar, tim gabungan dari Resmob Polres Bantaeng dan Polsek Eremerasa telah berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa berinisial IL (20). Kedua pelaku merupakan bagian dari kelompok atau geng motor lokal berinisial MPJ (Manna Pacce Jariji)," ungkap AKP Gunawang Amin dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).


Ia menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan tragis ini terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WITA di Kampung Allu, Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.


Saat itu, korban (Ilham) sedang berdiri di pinggir jalan untuk menunggu temannya karena hendak bersama-sama pulang ke rumah mereka di Kecamatan Sinoa. Namun secara tiba-tiba, datang rombongan pelaku dengan menggunakan tiga unit sepeda motor.


Tanpa basa-basi, salah satu motor langsung menabrak paha kiri korban hingga terjatuh ke tanah. Begitu korban tidak berdaya, para pelaku langsung turun dan mengeroyok korban.


"Keduanya memukul bagian wajah, kepala, serta paha secara bertubi-tubi hingga korban tak sadarkan diri (pingsan),"


Menyikapi aksi premanisme tersebut, Tim Resmob Polres Bantaeng yang dipimpin Dantim  Aipda Sabil langsung melakukan serangkaian penyelidikan mendalam dan memeriksa saksi-saksi guna mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket). 


Berdasarkan informasi tersebut, Tim Resmob akhirnya berhasil mengendus keberadaan pelaku utaman berinisial NU alias Ical (23) Pada Selasa pagi (1/6/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.


" NU alias Ical diamankan tanpa perlawanan saat berada di sebuah tempat hiburan malam di Kampung Jagung, Kelurahan Malilingi," beber Kasat Reskrim.


Usai diamankan, Ical langsung digiring petugas untuk dilakukan interogasi awal. Hasilnya,  Ical bernyanyi dan menyeret nama rekannya, FR.


Berbekal informasi tersebut, tim Resmob melakukan pengembangan. Pada Selasa dini hari (2/6/2026) sekitar pukul 01.30 WITA, petugas berhasil menciduk Fatur saat berada di kediamannya di Jalan Hambali 2, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu,. Selain pelaku, petugas juga menyita  satu unit sepeda motor Honda CRF yang digunakan saat mereka beraksi.


Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, kedua pelaku akhirnya mengakui semua perbuatan brutal mereka di hadapan penyidik.


"Dari hasil interogasi, pelaku NU alias Ical mengakui memukul kepala korban berkali-kali menggunakan tangan kosong dan menginjak kepala korban sebanyak dua kali dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras (miras). Sementara pelaku FR berperan sebagai joki yang mengejar, menabrak, bahkan tega melindas tubuh korban menggunakan sepeda motor Honda CRF miliknya setelah korban terjatuh," jelas AKP Gunawang Amin.


Lebih lanjut, Kasat Reskrim membeberkan bahwa dugaan motif pengeroyokan ini dipicu karena pelaku tidak terima rombongan korban sempat menggeber-geber suara knalpot motor di depan tempat mereka nongkrong. 


Pihak kepolisian juga mencatat bahwa kedua pemuda ini merupakan residivis kambuhan yang kerap berurusan dengan hukum.


"Kedua pelaku ini adalah profil yang cukup meresahkan. Tersangka NU sudah beberapa kali diamankan terkait kasus penganiayaan, sedangkan FR sebelumnya pernah ditangkap terkait kasus perang antar kelompok. Saat ini keduanya beserta barang bukti satu unit motor Honda CRF telah kami amankan di Mapolres Bantaeng guna proses hukum dan penyidikan lebih lanjut oleh tim penyidik," tegas Kasat Reskrim.


Selasa, 02 Juni 2026

Prestasi Gemilang! Pemkab Bantaeng Pertahankan Opini WTP 11 Tahun Berturut-turut (2015-2026)


 

BN Online Makassar,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan daerah. Pada acara serah terima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (02/06/2026), Pemkab Bantaeng resmi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).


Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena merupakan kali ke-11 secara berturut-turut Pemkab Bantaeng mempertahankan predikat WTP sejak tahun 2015 hingga 2026. Konsistensi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan manajemen keuangan yang baik.


Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel menyerahkan langsung LHP tersebut kepada perwakilan Pemkab Bantaeng. Dalam sambutannya, pihak BPK mengapresiasi upaya keras Pemkab Bantaeng yang terus memperbaiki sistem pengendalian internal pemerintahan. Opini WTP untuk TA 2025 ini menegaskan bahwa laporan keuangan Pemkab Bantaeng telah disajikan secara wajar, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Bupati Bantaeng, dalam keterangannya usai menerima penghargaan, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian ini. "Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat dan penilaian positif dari BPK RI dapat kita pertahankan selama 11 tahun berturut-turut. Ini bukan hanya keberhasilan birokrasi, tetapi hasil kolaborasi solid antara eksekutif, legislatif, dan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Bantaeng," ujarnya.


Ia menambahkan, predikat WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan modal dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan tata kelola keuangan yang bersih dan transparan, Pemkab Bantaeng optimis dapat mengalokasikan anggaran daerah lebih efektif untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Prestasi ini juga menjadi bukti nyata kepemimpinan yang stabil dan visi jangka panjang dalam reformasi birokrasi di Bumi Butta Toa. Pemkab Bantaeng berkomitmen untuk terus menjaga integritas keuangan daerah agar kepercayaan publik dan pusat tetap terjaga di tahun-tahun berikutnya.


Dugaan Penggelapan SHM oleh Oknum Notaris di Kediri Dilaporkan ke Polisi, “Pengacara Jalanan” Kawal Langsung Korban

KEDIRI - JATIM, BIDIK NASIONAL MEDIA GROUP  || Dugaan penggelapan Sertifikat Hak Milik (SHM) oleh seorang notaris di Kota Kediri resmi dilaporkan ke Polres Kediri Kota.


Laporan tersebut dibuat oleh Maria Candra Mulyaning Purwati, didampingi putranya Dyonisius Revanofandi Kurniawan, setelah upaya komunikasi dan dua kali somasi tidak membuahkan hasil.


Kuasa hukum korban, Arivo Yunus Prasetyo, S.H., advokat yang dikenal publik melalui akun TikTok “Pengacara Jalanan”, turun langsung mendampingi dan mengawal proses pelaporan.


Pihak yang dilaporkan diketahui bernama Dewi Maharani, S.H., M.H., yang berkantor di Jalan Dr. Sahardjo Nomor 119, Desa Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.


Perkara bermula pada Juli 2024 saat korban melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan miliknya.


Setelah pembeli dan penjual mencapai kesepakatan, korban kemudian mempercayakan proses Akta Jual Beli (AJB) dan balik nama sertifikat kepada pihak notaris tersebut.


Pada Februari 2025, sertifikat asli diserahkan untuk diproses.


Namun hingga lebih dari satu tahun berlalu, proses AJB maupun balik nama tidak kunjung selesai.


Korban kemudian melakukan pengecekan langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri.


Dari pengecekan tersebut diketahui bahwa sertifikat hanya diproses menjadi sertifikat elektronik, sementara AJB dan balik nama belum pernah diajukan sama sekali.


Sebelum menempuh jalur pidana, kuasa hukum korban telah melayangkan somasi sebanyak dua kali.


Namun hingga batas waktu yang diberikan tidak terdapat itikad baik untuk menyelesaikan persoalan maupun mengembalikan SHM milik korban.


Dalam pertemuan setelah somasi, menurut kuasa hukum korban, justru muncul persoalan baru.


“Klien kami datang untuk meminta kejelasan dan pengembalian sertifikat miliknya. Tetapi yang terjadi justru diminta membayar Rp7,5 juta, sementara pekerjaan pokok belum diselesaikan. Bahkan klien juga diminta menandatangani lembar kosong. Ini persoalan serius dan patut diuji secara pidana,” tegas Arivo Yunus Prasetyo, S.H.


Menurut Arivo, fakta yang muncul bukan hanya menyangkut keterlambatan administrasi.


Terdapat dugaan tindak pidana yang perlu didalami aparat penegak hukum berdasarkan laporan dan dokumen yang telah disampaikan.


“Kami menghormati proses hukum. Tetapi kalau hak masyarakat dirugikan dan upaya persuasif sudah ditempuh tanpa hasil, negara harus hadir. Kami meminta penyidik mengusut secara profesional dan memberikan kepastian hukum bagi klien kami,” ujarnya.


Arivo mengatakan pendampingan terhadap masyarakat memang menjadi komitmen yang selama ini ia suarakan.


“Saya ingin hukum lebih dekat dengan masyarakat. Banyak warga takut bicara atau bingung harus ke mana saat menghadapi persoalan hukum. Tugas advokat bukan hanya bicara di pengadilan, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” katanya.


Saat ini perkara telah resmi ditangani Polres Kediri Kota.


Pihak kuasa hukum memastikan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga klien memperoleh kepastian hukum dan dokumen miliknya kembali. (Hrb)

Senin, 01 Juni 2026

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Bantaeng Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Senin 1 Juni 2026.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", yang menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, yang pada kesempatan itu membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.


Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," demikian kutipan sambutan Kepala BPIP.


Sambutan tersebut juga menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi "bintang penuntun" dan "jangkar moral" bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Dengan keberagaman yang dimiliki, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Selain itu, Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga perdamaian dunia melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), upaya mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), yang tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Bantaeng, H. Budi Santoso; Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng, Bambang Supriyono; Wakapolres Bantaeng, Kompol Andi Ikbal, mewakili Kapolres Bantaeng; Kasi Pemulihan Aset Kejaksaan Negeri Bantaeng, Sepriyadi mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng; para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng; TNI dan Polri,  para camat dan lurah serta ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Rutan Bantaeng Bersama Imigrasi Bantaeng Refleksikan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila


BN Online Bantaeng, – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Rutan Kelas IIB Bantaeng bersama Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng menggelar Upacara Bendera yang berlangsung khidmat di halaman Rutan Bantaeng, Senin (01/06).


Upacara tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Bantaeng, pegawai Kantor Imigrasi Bantaeng, serta perwakilan warga binaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng, Nur Arifandi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman serta menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.


Melalui tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, seluruh peserta upacara diajak untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Nilai religiusitas, toleransi, gotong royong, dan persatuan disebut sebagai kekuatan utama yang menjadikan Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.


Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bantaeng di Lapangan Seruni bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi vertikal lainnya.


Menurut Ambo Asse, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh jajaran untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

“Sebagai insan Pemasyarakatan, kita memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air semakin tumbuh di lingkungan Rutan Bantaeng, sehingga seluruh jajaran dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin prima, bermanfaat, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Jumat, 29 Mei 2026

Terduga Pelaku Penganiayaan Ayah Kandung Sendiri Akhirnya diamankan Tim Resmob Polres Bantaeng, Berikut Kronologinya


BN Online Bantaeng, – Tim Resmob Satreskrim Polres Bantaeng bersama personel Polsek Uluere berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana penganiayaan di Dusun Lannying 2, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Selasa malam (27/5/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/112/VI/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN tertanggal 27 Mei 2026.


Terduga pelaku diketahui bernama JUFRI alias JUPPI Bin DG. GASSING (31), warga Dusun Lannying 2, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Sementara korban bernama GASSING (40), seorang petani yang juga merupakan ayah kandung pelaku.


Berdasarkan kronologis kejadian, peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WITA di rumah korban. Saat itu, pelaku meminta uang sebesar Rp20 ribu kepada ibunya untuk membeli rokok. Namun karena tidak memiliki uang, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.


Pelaku kemudian meminta agar orang tuanya meminjam uang kepada orang lain, namun kembali ditolak. Tidak terima dengan keadaan tersebut, pelaku mengamuk dengan menghancurkan kursi plastik dan memecahkan asbak kaca di dalam rumah.


Korban yang mencoba menenangkan pelaku justru menjadi sasaran amarah. Pelaku mengambil sebatang kayu bakar dan memukul korban pada bagian lengan tangan hingga menyebabkan luka.


Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian.


Menindaklanjuti laporan itu, Tim Resmob Polres Bantaeng yang dipimpin Katim Resmob Aipda Sabil melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.


Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada di rumahnya di Dusun Lannying 2. Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penangkapan.


Saat hendak diamankan, pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam jenis pisau. Namun anggota berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan lebih lanjut.


Selain itu, saat dilakukan penggeledahan di kamar pelaku, petugas menemukan seperangkat alat hisap narkotika jenis sabu.


Pelaku bersama sejumlah barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Bantaeng guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dalam interogasi awal, pelaku tidak mengakui melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun ia mengakui telah melemparkan asbak kaca ke arah korban dan mengamuk karena permintaannya terkait uang tidak dipenuhi.


Polisi juga mengungkap bahwa pelaku merupakan pengguna aktif narkotika jenis sabu dan sebelumnya pernah diamankan dalam kasus serupa.


Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu batang kayu, satu bilah pisau, beberapa pecahan asbak kaca, serta seperangkat alat hisap sabu.


Rabu, 27 Mei 2026

Bupati Bantaeng Ajak Warga Jadikan Idul Adha Sebagai Momentum Membangun Bantaeng Bangkit


BN Online Bantaeng, — Bersama masyarakat, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin menunaikan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Rabu 27 Mei 2026.


Pada hari yang suci ini, Bupati Bantaeng, menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan hari kemenangan iman, hari pengorbanan sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.


“Idul Adha bukan sekadar hari besar keagamaan, melainkan simbol ketakwaan, keikhlasan dan kepatuhan sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT,” ujarnya.


Bupati juga menuturkan, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi sumber inspirasi yang abadi bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk kondisi ekonomi dan dinamika sosial yang terus berkembang.


“Peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS diperintahkan untuk mengorbankan putranya tercinta dan dijalankan dengan penuh keimanan adalah pelajaran besar tentang arti sejati pengorbanan dan kepatuhan. Dari kisah itu, kita belajar bahwa keikhlasan dan ketaatan yang tulus mampu melampaui batas logika manusia,” katanya.


Menurutnya, semangat pengorbanan tersebut harus diwarisi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun lokal yang turut berdampak pada masyarakat, termasuk sektor industri di Kabupaten Bantaeng.


“Kita wajib menjaga optimisme dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai kesulitan. Sebagai masyarakat yang kuat dan beriman, kita harus terus bergerak bersama membangun daerah,” tambahnya.


Sebagai bentuk nyata semangat pengorbanan dan kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus memperkuat berbagai program strategis daerah. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan sektor pertanian inovatif, perbaikan infrastruktur dasar, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat program-program sosial yang inklusif agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.


Hari Idul Adha 1447 H ini harus menjadi landasan untuk terus meningkatkan sinergitas dan berkolaborasi demi mewujudkan Bantaeng Bangkit, Maju dan Religius.

Selasa, 26 Mei 2026

Apel Persiapan Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1447 H, 269 Personel Gabungan Disiagakan

BN online Bantaeng,--- Polres Bantaeng Polda Sulsel menggelar apel pasukan gabungan persiapan pengamanan malam takbiran Idul Adha 1446 Hijriah, di halaman Mapolres Bantaeng, Selasa sore (26/5/2025).


Kegiatan apel dipimpin oleh Kabag Ops AKBP Ismail, S.Sos., M.H., M.Si., dihadiri juga Wakapolres KOMPOL Andi Ikbal, S.Sos., M.H., PJU Polres Bantaeng. Sebagai peserta apel diikuti oleh pasukan gabungan yang terdiri dari personel Polres Bantaeng, personel Kodim 1410/BTG, personel dari Subdenpom XIV/1-2 Bantaeng, Satpol PP Bantaeng dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bantaeng.


Dalam arahannya Kabag Ops AKBP Ismail, S.Sos., M.H., M.Si., mengatakan, selain untuk pengecekan kesiapan personel, apel ini dimaksudkan untuk menjaga kondusifitas wilayah disaat pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H utamanya Kegiatan malam Takbiran.


Lebih lanjut, Kabag OPS menekankan pentingnya pengamanan yang bersifat humanis, serta menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) selama kegiatan berlangsung.


"Laksanakan pengamanan sesuai SOP dengan tetap peka terhadap situasi di lapangan dan utamakan keselamatan serta tetap bersinergitas dengan unsur terkait lainnya demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama malam takbiran. tegas AKBP Ismail 


Dalam rangkaian pengamanan malam takbiran Idul Adha tahun ini, Polres Bantaeng melibatkan sebanyak 269 personel gabungan, dengan rincian personel Polres Bantaeng 194 orang, personel Subdenpom 3 orang, dari Kodim 1410 sejumlah 15 orang personel, Sat Pol PP 30 orang, dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bantaeng sejumlah 27 orang. 


Dengan pengamanan ini, Polres Bantaeng berkomitmen tetap konsisten melaksanakan pelayanan pengamanan kegiatan masyarakat, termasuk rangkaian kegiatan perayaan hari raya Idul Adha 1446 H diwilayah Kabupaten Bantaeng agar dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.


 

Bersama Dandim 1410, Bupati Bantaeng Salurkan Bantuan Beras Minyak dan Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Garuda


BN Online Bantaeng -  Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin bersama Dandim 1410 Bantaeng, Muhammad Husni Hidayat Muchlis, menyalurkan bantuan beras dan minyak di Kelurahan Bonto Rinta, Kecamatan Bisappu, Senin, 25 Mei 2026.


Penyaluran bantuan dari Bulog tersebut berupa Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter kepada 31.655 masyarakat penerima bantuan. "Ini bantuan jangan sampai kita jual, kita pakai semaksimal di rumah kita masing-masing," kata Bupati. 


Usai salurkan bantuan, Bupati Bantaeng bersama Dandim 1410 menggunakan sepeda motor meninjau pembangunan Jembatan Garuda di aliran sungai Kelurahan Malilingi. 


Jembatan yang diprakarsai Kodim 1410 Bantaeng ini merupakan bagian dari program nasional yang sejalan dengan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita apresiasi setinggi-tingginya atas program nyata Kodim 1410 Bantaeng yang langsung dirasakan manfaatnya masyarakat", bebernya.


Sementara itu, Dandim 1410 Bantaeng mengungkapkan, pembangunan saat ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.

“Pengerjaan berjalan sesuai rencana.

InsyaAllah dua pekan lagi selesai dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Ini program langsung dari Presiden, dan kami berharap jembatan ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.


Turut mendampingi Bupati Bantaeng yakni Kepala Dinas Sosial, Abdi Sam dan Camat Bissappu, Sitti Juhaedah, serta jajarannya.

News Of This Week