Kamis, 02 Juli 2026

Bupati Bantaeng Terima 764 Mahasiswa KKN Unhas, Siap Mengabdi dan Berkolaborasi dengan Masyarakat


BN Online Bantaeng - Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menyambut kedatangan 764 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Gelombang 116 yang akan melaksanakan pengabdiannya di Kabupaten Bantaeng, di Tribun Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng, Kamis, (2/7).


Kehadiran mereka diharapkan mampu berkontribusi melalui berbagai program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah yang tersebar di 8 kecamatan dari 46 desa dan 21 Kelurahan. 


Bupati Bantaeng dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Bantaeng kembali menjadi salah satu lokasi favorit pelaksanaan KKN Unhas.


"Alhamdulillah sampai hari ini Kabupaten Bantaeng terus menjadi lokasi favorit KKN UNHAS. Hal itu tentu tidak terlepas dari kolaborasi yang selama ini terjalin dengan baik antara pemerintah daerah, Universitas Hasanuddin, serta welcome dari masyarakat. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penyambutan ini, terutama kepada adik-adik Forum Anak Buta Toa, terima kasih banyak, Ini luar biasa", ujarnya.


Lebih lanjut, Bupati juga memperkenalkan potensi Kabupaten Bantaeng yang memiliki tiga karakter wilayah, yakni kawasan pegunungan, dataran rendah, dan pesisir. Menurutnya, setiap wilayah memiliki kekhasan yang dapat menjadi pengalaman sekaligus bahan pembelajaran bagi mahasiswa selama menjalankan KKN.


"Walaupun Bantaeng merupakan salah satu kabupaten terkecil di Sulawesi selatan akan tetapi Bantaeng memiliki keindahan alam dan potensi yang dimiliki sangat luar biasa.  pertama ada di pegunungan di sana banyak sayuran,kopi, dan lain-lain, kedua dataran rendah, kemudian yang terakhir itu di wilayah pesisir", katanya.


Dirinya juga kembali menegaskan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa agar tidak membebankan biaya apa pun kepada mahasiswa selama menjalankan program KKN.


"Sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa KKN, Pemerintah Kabupaten Bantaeng memberikan akses masuk gratis ke seluruh objek wisata yang dikelola pemerintah daerah bagi mahasiswa yang mengenakan almamater atau rompi KKN. Jadi selama menggunakan almamaternya itu gratis ya tapi tidak semua, ada juga yang milik swasta, kalau itu tetap bayar", ujarnya.


Sementara itu Kepala Sub Direktorat KKN UNHAS Makassar, Syarifuddin Mabe Parenreng, menegaskan bahwa KKN merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa hadir bukan untuk membawa program dari kampus, melainkan mendukung program yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bantaeng.


"Kita datang tidak membawa program dari kampus, tapi kita datang membantu program yang sudah ada di pemerintah daerah. Saya menitip anak-anak saya pak bupati, mungkin ada di antara mereka yang punya idealisme, tapi kadang-kadang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, tolong diluruskan. Kepada anak-anakku sekalian yang akan ber-KKN di mana pun Anda berada, simpanlah kebaikan. Titipkanlah warisan kebaikan karena itu abadi yang akan menjadi kebaikan anda di masa yang akan datang", pungkasnya.


Hadir pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir, Asisten I Bidang Pemerintahan Kab. Bantaeng, Asruddin, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, dr. H. Sultan, Para Kepala OPD, para Camat, Lurah, dan Kepala Desa se- Kabupaten Bantaeng.


KPU Bantaeng Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan II 2026, Data Pemilih Capai 161.706 Jiwa


BN Online Bantaeng– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk Triwulan II tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Husni Kamil Manik, Kantor KPU Kabupaten Bantaeng, pada Kamis (02/07/2026).


Pleno terbuka ini menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas KPU dalam menjaga kualitas daftar pemilih menjelang pesta demokrasi mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh, dalam sambutannya menegaskan bahwa pleno ini merupakan langkah strategis untuk menjamin hak konstitusional warga negara. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada warga yang memenuhi syarat namun terlewat dari daftar pemilih.


“Tujuan pleno ini agar seluruh warga di Bantaeng yang sudah terdaftar sebagai wajib pilih tidak kehilangan hak pilihnya saat pesta demokrasi digelar,” ucap Muhammad Saleh.


Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Bantaeng Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Abdul Rahman, memaparkan bahwa PDPB merupakan agenda rutin triwulanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan data pemilih tetap mutakhir, akurat, dan relevan dengan kondisi demografi terkini.


“Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini merupakan komitmen KPU untuk menjaga kualitas daftar pemilih. Kami terus melakukan sinkronisasi dan pencermatan data berdasarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk data dari instansi terkait,” ujar Abdul Rahman.


Abdul Rahman juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif memberikan masukan guna mewujudkan data pemilih yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.


Rekapitulasi Data Pemilih Triwulan II 2026


Berdasarkan hasil rekapitulasi dalam pleno tersebut, total jumlah pemilih di Kabupaten Bantaeng hingga Triwulan II tahun 2026 mencapai 161.706 jiwa. Rinciannya terdiri dari 79.062 pemilih laki-laki dan 82.644 pemilih perempuan, yang tersebar di 67 desa/kelurahan across 8 kecamatan.


Berikut adalah rincian data pemilih per kecamatan:


1.Kecamatan Bissappu: 27.873 pemilih (13.576 Laki-laki, 14.297 Perempuan) dari 11 Desa/Kelurahan.


2.Kecamatan Bantaeng: 30.554 pemilih (14.960 Laki-laki, 15.594 Perempuan) dari 9 Desa/Kelurahan.


3.Kecamatan Eremerasa: 17.797 pemilih (8.689 Laki-laki, 9.108 Perempuan) dari 9 Desa/Kelurahan.


4.Kecamatan Tompobulu: 20.859 pemilih (10.030 Laki-laki, 10.829 Perempuan) dari 10 Desa/Kelurahan.


5.Kecamatan Pajukukang: 28.141 pemilih (13.875 Laki-laki, 14.266 Perempuan) dari 10 Desa/Kelurahan.


6.Kecamatan Uluere: 9.791 pemilih (4.836 Laki-laki, 4.955 Perempuan) dari 6 Desa/Kelurahan.


7. Kecamatan Gantarang Keke: 15.778 pemilih (7.706 Laki-laki, 8.072 Perempuan) dari 6 Desa/Kelurahan.


8.Kecamatan Sinoa: 10.913 pemilih (5.390 Laki-laki, 5.523 Perempuan) dari 6 Desa/Kelurahan.


Dukungan Lintas Sektor


Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi terkait dan elemen masyarakat untuk memastikan validitas data. Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantaeng, M Ali Imran; Ketua Bawaslu Kabupaten Bantaeng, Ningsih Purwanti; serta anggota Bawaslu lainnya, Nur Wahni.


Hadir pula perwakilan dari Polres Bantaeng (Fahrizal), Kodim Bantaeng (Makmur), Rutan Bantaeng (Sri Ariawan Hidayat), akademisi Abdul Rahman Ramlan, serta pemerhati demokrasi Hamzar.


Kehadiran para pihak ini menunjukkan sinergi yang kuat antara KPU dengan instansi vertikal, horizontal, dan masyarakat sipil dalam mendukung penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang berkualitas di Kabupaten Bantaeng.

KPU Bantaeng Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan II 2026, Bahas Standar Pelayanan Publik, Dalam Sesi Kedua


BN Online Bantaeng, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk triwulan II Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Husni Kamil Manik Jaan Andi Mannappiang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, pada Kamis (02/07/2026).


Dalam sesi kedua rapat tersebut, agenda utama yang dibahas adalah Forum Konsultasi Publik terkait Rancangan Standar Pelayanan PDPB. Forum ini bertujuan untuk menyelaraskan mekanisme pelayanan agar lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan pemilih.


Anggota KPU Bantaeng, Abd Rahman, dalam paparannya menjelaskan bahwa terdapat enam komponen kunci yang perlu diuji bersama dalam rancangan standar pelayanan ini. Keenam komponen tersebut meliputi persyaratan, sistem dan prosedur, jangka waktu penyelesaian, biaya atau tarif, produk layanan, serta mekanisme pengaduan.


"Ada enam komponen yang perlu kita uji bersama diantaranya adalah persyaratan, sistem dan prosedur, jangka waktu, biaya/tarif, produk layanan, dan pengaduan," ujar Abd Rahman.


Selain komponen standar, Abd Rahman juga memaparkan alur layanan usulan yang akan diterapkan dalam penanganan masukan atau permintaan layanan terkait data pemilih. Alur tersebut terdiri dari enam tahapan strategis:

1. Penerimaan: Masukan diterima melalui kantor atau kanal resmi yang telah dipublikasikan secara luas.


2. Pemeriksaan: Petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap identitas kontak, objek masukan, serta bukti pendukung yang dilampirkan.


3. Verifikasi: Data dan substansi masukan diverifikasi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan regulasi PDPB yang berlaku.


4. Klarifikasi: Jika diperlukan, dilakukan proses klarifikasi atau koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keakuratan informasi.


5 Tindak Lanjut: Masukan yang dinyatakan valid akan segera diproses dalam mekanisme pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.


6. Pemberitahuan: Pemohon akan memperoleh konfirmasi penerimaan serta informasi mengenai status penanganan atas masukan yang disampaikan.


Abd Rahman menegaskan bahwa seluruh hasil dan kesepakatan yang dicapai dalam forum konsultasi publik rancangan standar pelayanan PDPB ini akan dituangkan secara resmi melalui berita acara sebagai dasar pelaksanaan ke depan.


"Hasil forum konsultasi publik rancangan standar pelayanan PDPB dituangkan melalui berita acara," tutup Abd Rahman.


Dengan adanya standar pelayanan yang jelas ini, diharapkan kualitas data pemilih di Kabupaten Bantaeng semakin akurat dan hak konstitusional masyarakat dapat terlindungi dengan baik.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang mewakili Kapolres Bantaeng, yang mewakili Dandim 1410 Bantaeng, Ketua Bawaslu Bantaeng, dan Anggota Bawaslu, Kadis Dukcapil Bantaeng, mewakili Rutan Kelas IIB Bantaeng, mewakili Kadis PMD dan PPPA, DR. Rahman Ramlan, Hamsar Hamma dan Insan Pers. Dan di lanjutkan sesi foto bersama

KPU Bantaeng Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Data Pemilih Triwulan II, Fokus pada Akurasi dan Kolaborasi Lintas Instansi


BN Online Bantaeng, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026. Acara ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi data pemilih serta meningkatkan transparansi dalam proses demokrasi di tingkat lokal.

Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bantaeng, yang memberikan masukan penting terkait dinamika kependudukan di wilayah tersebut.


Menyoroti tantangan dalam pemutakhiran data, Adyan Haryanto, Kepala Bidang Kelembagaan Sosial Budaya Masyarakat yang mewakili Kadis PMD dan PPA, mengungkapkan adanya kendala teknis dalam update data di tingkat desa dan kelurahan. Kendala utama yang dihadapi adalah terkait kelengkapan surat keterangan kematian di 67 desa/kelurahan.


"Kami menyadari masih ada kelemahan dalam update data, khususnya terkait surat keterangan kematian di 67 desa dan kelurahan. Untuk mengatasi hal ini, insyaallah dalam waktu dekat kami akan melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) di 46 desa. Kegiatan ini akan dilakukan secara kolaboratif bersama KPU Bantaeng dan Bawaslu Bantaeng untuk memastikan data yang masuk ke dalam sistem benar-benar valid dan akurat," ujar Adyan Haryanto dalam keterangannya.


Sementara itu,Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bantaeng Ali Imran memberikan apresiasi tinggi kepada KPU Bantaeng atas inisiatif penyelenggaraan Rapat Pleno Terbuka ini sebagai bentuk transparansi publik.  Dinas Dukcapil juga memaparkan data pergerakan penduduk yang menjadi dasar penting dalam pemutakhiran daftar pemilih.


"Berdasarkan data kami dari Januari hingga Juni, tercatat jumlah penduduk yang pindah keluar  1.826 jiwa. Sebaliknya, jumlah penduduk yang pindah masuk ke Kabupaten Bantaeng hingga bulan Juni mencapai 1.116 jiwa," jelasnya.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa capaian perekaman KTP-el di Kabupaten Bantaeng telah melampaui target, dengan jumlah perekaman lebih dari 100 persen sebanyak 1.676 jiwa. Data-data statistik kependudukan ini akan menjadi rujukan utama bagi KPU dalam menyempurnakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya maupun adanya pemilih ganda.


Melalui forum konsultasi publik ini, KPU Bantaeng berharap dapat memperkuat sinergi dengan instansi terkait serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal integritas data pemilih. Langkah-langkah strategis seperti Musdes yang direncanakan diharapkan dapat menutup celah ketidakakuratan data, sehingga pemilu dan pemilihan kepala daerah di masa depan dapat berjalan dengan lebih berkualitas dan berintegritas






321 Jamaah Haji Bantaeng Kembali ke Tanah Air, Bupati Bantaeng Apresiasi Kedisiplinan dan Semangat Jemaah Lansia


BN Online Bantaeng,– Sebanyak 321 jamaah haji asal Kabupaten Bantaeng telah kembali ke tanah air dengan selamat usai menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Makkah. Kedatangan para "Tamu Allah" ini disambut langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dalam acara penyambutan yang digelar di Gedung Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, pada Rabu 01 Juli 2026


Sebelum tiba di pusat kota, rombongan jamaah haji terlebih dahulu dijemput oleh Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, di Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Bantaeng.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah yang telah menyelesaikan ibadah haji. Ia menekankan bahwa perjalanan haji merupakan ujian spiritual dan fisik yang berat.


"Kepada seluruh jemaah yang baru saja sampai, ini adalah salah satu perjalanan spiritual yang paling berat. Jadi, perjalanan haji itu adalah perjalanan yang tidak mudah. Oleh karena itu, Bapak Ibu sekalian, ini adalah termasuk orang-orang yang sangat beruntung karena bisa berangkat dan alhamdulillah bisa pulang dengan selamat," ujar Bupati Fauzy.


Bupati juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan seorang jamaah asal Bantaeng yang wafat selama berada di Tanah Suci, agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Selain itu, ia juga menyampaikan harapan kesembuhan bagi tiga jamaah lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bantaeng.


"Kami mendapatkan kabar bahwa ada tiga dari jemaah kita sedang sakit dan sekarang posisinya sudah ada di Rumah Sakit Bantaeng. Tentunya kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas haji termasuk dokter dan perawat. Kita beri tepuk tangan dulu. Karena ini merupakan hal yang mudah, itu yang sangat berat," tambahnya sembari memimpin tepuk tangan untuk para tenaga medis dan petugas.


Bupati Bantaeng, turut menyoroti citra positif yang dibawa oleh jamaah haji Bantaeng selama pelaksanaan ibadah. Ia mengungkapkan bahwa kedisiplinan dan semangat para jamaah, yang mayoritas merupakan lansia, mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak di Arab Saudi.


"Paling kami syukuri adalah ternyata Kabupaten Bantaeng di sana sangat terkenal. Yang pertama, sangat terkenal dengan kedisiplinannya. Kemudian yang kedua, paling terkenal, kostumnya Ibu-ibu yang paling heboh. Ini adalah dua hal yang patut kita syukuri karena walaupun memang kebanyakan jemaah yang berangkat ini lanjut usia, tapi laporan yang kami terima adalah semangatnya tidak kalah-kalah muda," kata Bupati.


Sementara itu, Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Bantaeng, H. Muhammad Tahir, melaporkan rincian jumlah jamaah. Dari total 323 calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat, satu orang batal diberangkatkan dari Asrama Haji Sudiang karena kondisi kesehatan yang parah. Selama masa ibadah, satu jamaah lainnya meninggal dunia di Tanah Suci.


"Jumlah jemaah kita yang berangkat pada saat itu pada tanggal 19 yaitu sekitar 323 jemaah. Tapi ada yang tertinggal juga di Asrama Haji Sudiang berhubung karena dia sakit parah dan dia harus tinggal, berarti sisa 322. Meninggal lagi satu orang di tanah suci, berarti sisa 321. Dan alhamdulillah 321 hadir semua di sini," jelas H. Muhammad Tahir.


Acara penyambutan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Wakil Ketua II DPRD Bantaeng Hj. Jumrah, Pa Sandi Kodim 1410/Bantaeng Lettu Cba Makmur yang mewakili Dandim, Kabag Log Polres Bantaeng Kompol Supriadi, Kasubag Bin Kajari Bantaeng yang mewakili Kajari, Asisten I Bidang Pemerintahan Asruddin, Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Ihsan, serta perwakilan Kemenag Bantaeng H. Halim.


Rabu, 01 Juli 2026

Bupati Bantaeng Hadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Komitmen Polri untuk Masyarakat


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantaeng, menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan Assiama Presisi Polres Bantaeng, pada Rabu (1/7/2026).


Peringatan tahun ini mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat". Tema tersebut dipilih sebagai wujud nyata komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memberikan pelayanan prima, perlindungan, serta pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat.


Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, yang bertindak selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.


Dalam amanatnya, Presiden RI menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Presiden juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama delapan dekade dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melayani masyarakat.


Presiden Prabowo menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Polri ke depan semakin kompleks. Dinamika geopolitik global, maraknya kejahatan siber, kejahatan transnasional, hingga pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut institusi Polri untuk terus berbenah diri.


"Reformasi birokrasi harus terus diperkuat untuk mewujudkan Polri yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," kutip amanat Presiden yang dibacakan Kapolres Bantaeng.


Selain tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polri juga dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal berbagai program prioritas pemerintah. Hal ini termasuk mendukung ketahanan pangan, menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, serta memberantas tindak pidana seperti penyalahgunaan narkotika, penyelundupan, dan perjudian daring.


Usai pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan peragaan dari Saka Bhayangkara binaan Polres Bantaeng. Acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah personel dan pihak-pihak yang dinilai berprestasi dalam mendukung kinerja kepolisian.


Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPRD Bantaeng H. Budi Santoso, Kajari Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh M. Husni Hidayat Muchlis, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng Bambang Supriyono, Wakapolres Bantaeng Kompol A. Ikbal, para Pejabat Utama Polres Bantaeng, Dansubdenpom XIV/1-2 Bantaeng Lettu Cpm Agus Soebiantoro, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bantaeng, para Camat, Lurah, serta para purnawirawan Polri.


Kehadiran para pimpinan daerah dan elemen masyarakat dalam upacara ini menunjukkan sinergitas yang kuat antara Polri dan pemerintah daerah dalam menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan di Kabupaten Bantaeng.


Selasa, 30 Juni 2026

Disaksikan Bupati Uji Nurdin, AK - Manufaktur Bantaeng Siap Kirim Mahasiswa Magang dan Bekerja di Jepang


BN Online Bantaeng, - Peluang masyarakat Kabupaten Bantaeng bekerja di Jepang terbuka lebar. Hal tersebut diketahui saat Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, dan Lembaga Pelatihan Kerja Indonesia Nippon Anugerah (LPK INA), melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).


Pengesahan nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Senin, 29 Juni 2026.


Bupati Bantaeng Uji Nurdin mengaku bangga atas terwujudnya kerja sama yang telah lama dicanangkan tersebut.


“Alhamdulilah pelajar atau pekerja kita kini bisa magang dan bekerja di Jepang. Ini adalah salah satu kebanggaan kita untuk masyarakat Bantaeng,” kata Uji Nurdin.


Sementara Direktur AK - Manufaktur Bantaeng, Arminas mengatakan, peluang magang dan bekerja di Jepang akan diprioritaskan untuk mahasiswa tingkat akhir dan para alumni.


“Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa atau alumni diberikan pelatihan selama tiga bulan. Kalau sadah siap, kita akan berangkatkan ke Jepang untuk magang atau bekerja di Jepang,” katanya.


Direktur LPK Indonesia Nippon Anugrah, Rico Valentino memberikan apresiasiasi kepada seluruh pihak yang antusias menyambut kerja sama ini.


"Jadi harapan kami kita bisa bekerja sama dalam jangka yang panjang, berkelanjutan, dan mudah-mudahan adik - adik bisa sukses bekerja dan mencari pengalaman di Jepang,” pungkasnya.


Bupati Bantaeng Luncurkan Identitas Baru RSUD Prof. Anwar Makkatutu, Wujudkan Transformasi Pelayanan Kesehatan


BN Online Bantaeng,- Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Prof. Anwar Makkatutu, dr. Yusri Lisangan, secara resmi meluncurkan identitas baru RSUD Prof. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng yang  digelar di Aula Lantai 8 RSUD Prof. Anwar Makkatutu, Senin (29/6).


Peluncuran tersebut meliputi logo baru, visi dan misi rumah sakit, Lagu Mars RSUD Prof. Anwar Makkatutu, serta tujuh inovasi pelayanan yang menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau, efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien.


Adapun tujuh inovasi yang diperkenalkan diantaranya DIKEPOIN (Data Informasi Kepegawaian Online Terintegrasi) sebagai sistem digital pengelolaan data kepegawaian, SATSET LAPOR (Sistem Aset Terdata dan Sinkronisasi Evaluasi Terlapor) untuk memperkuat tata kelola aset rumah sakit, WASIAT SEHAT (WhatsApp Channel Informasi dan Edukasi Kesehatan) sebagai media penyebaran informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, LAPOR PAK DIR (Layanan Pelaporan Aspirasi dan Koordinasi untuk Direktur) yang membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat maupun pegawai dengan pimpinan rumah sakit.


Selain itu ada pula PESONA EMAS (Pengolahan Sampah Organik Menjadi Emas) sebagai inovasi pengelolaan lingkungan yang bernilai ekonomi, PASTI SERASI (Pelayanan Administrasi dan Farmasi yang Akseleratif, Simple, dan Terintegrasi) guna mempercepat proses pelayanan administrasi hingga pengambilan obat, POLIINOVASI (Pusat Informasi Ide dan Literasi) sebagai wadah lahirnya berbagai gagasan kreatif dan budaya inovasi di lingkungan rumah sakit.


Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, mengapresiasi perkembangan yang terus ditunjukkan RSUD Prof. Anwar Makkatutu. Menurutnya, rumah sakit kebanggaan masyarakat Bantaeng itu kini mengalami kemajuan yang sangat signifikan, baik dari sisi pelayanan maupun inovasi.


"Suatu kesyukuran karena Alhamdulillah RSUD Prof. Anwar Makkatutu ini dari hari ke hari memperlihatkan progres yang sangat luar biasa. Terima kasih kepada dr. Sultan yang telah menanamkan pondasi yang kuat untuk rumah sakit ini, dan juga kepada Plt. Direktur RSUD, dr. Yusri Lisangan, yang terus memperlihatkan percepatan kemajuan," ujar Bupati.


Ia menyampaikan bahwa berbagai pembenahan yang dilakukan menjadikan RSUD Prof. Anwar Makkatutu semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat. Meski saat ini baru tujuh inovasi pelayanan yang resmi diluncurkan dari total 27 inovasi yang telah disiapkan, hal tersebut menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.


"Walaupun rumah sakit kita tidak sebesar rumah sakit yang lain, tetapi rumah sakit kita adalah rumah sakit favorit di wilayah selatan Sulawesi Selatan. Ini adalah potensi besar yang harus terus kita kembangkan," katanya.


Bupati juga menyampaikan bahwa Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan terus menghadirkan berbagai layanan kesehatan baru. Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah layanan urologi, yang hingga saat ini belum tersedia di wilayah selatan Sulawesi Selatan.


" Kalau layanan ini bisa segera kita hadirkan, insyaallah akan menjadi layanan pertama dan satu-satunya di Sulawesi Selatan. Ini tentu akan semakin memperkuat posisi RSUD Prof. Anwar Makkatutu sebagai rumah sakit rujukan dan pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan selatan Sulawesi Selatan," pungkasnya.


Senin, 29 Juni 2026

Bupati Bantaeng Lepas Kontingen PGRI Bantaeng Menuju Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026

BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi melepas kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bantaeng yang akan berlaga pada Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan pelepasan berlangsung di Lapangan Pantai Seruni, Bantaeng, Senin 29 Juni 2026.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus PGRI, dinas terkait, tim pendamping, serta para pelatih yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen Kabupaten Bantaeng.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan seluruh masyarakat Bantaeng, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus PGRI, dinas terkait, tim pendamping, serta para pelatih yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan dedikasinya dalam mempersiapkan kontingen ini," ujarnya.


Bupati Bantaeng, juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan ajang Porsenijar sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas serta membawa nama baik Kabupaten Bantaeng.


Menurutnya, Porsenijar bukan sekadar ajang perlombaan olahraga, seni, dan pembelajaran, melainkan menjadi panggung pembuktian bagi insan pendidikan.


"Porsenijar bukan sekadar ajang perlombaan di atas kertas maupun di lapangan. Lebih dari itu, ini adalah panggung pembuktian bahwa insan pendidikan Bantaeng, baik guru maupun pelajar, tidak hanya cerdas, tekun, dan berprestasi di ruang kelas, tetapi juga tangguh, kompetitif, menjunjung tinggi sportivitas, serta memiliki semangat juang yang kuat di setiap arena pertandingan," tambahnya.


Pelepasan kontingen ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, olahraga, seni dan pengembangan karakter, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan prestasi di kalangan insan pendidikan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng H. Budi Santoso, Kabag Bin Ops Polres Bantaeng AKP Agfar mewakili Kapolres Bantaeng, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bantaeng Ahmad Putra Dwi mewakili Kajari Bantaeng, Danramil 1410-03/Tompobulu Kapten Inf. Syamsuddin mewakili Dandim 1410/Bantaeng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng H. Misbah, Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng Drs. Syamsu Samad, para kepala OPD terkait, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Bantaeng serta seluruh peserta kontingen Porsenijar PGRI Kabupaten Bantaeng.


 

Pimpin Upacara Harganas ke-33, Wabup Bantaeng Ajak Perkuat Peran Keluarga Membangun Generasi Unggul


BN Online Bantaeng, – Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, bertindak selaku pembina upacara pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di halaman Kantor Bupati Bantaeng, Senin 29 Juni 2026.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati, H. Sahabuddin membacakan  pidato resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, disampaikan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi nasional mengenai pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.


"Dalam era VUCA, yang ditandai dengan perubahan yang cepat (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan kebingungan arah (ambiguity), transformasi kualitas sumber daya manusia tidak boleh ditunda. Pembangunan SDM harus dimulai sejak dalam kandungan melalui pengasuhan keluarga yang berkualitas", tuturnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan keluarga bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi dalam melahirkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.


Dalam pidato itu juga ditegaskan bahwa tanggung jawab pengasuhan anak bukan hanya berada di pundak ibu. Kehadiran seorang ayah, baik secara fisik maupun emosional, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter serta menjaga stabilitas perkembangan kepribadian anak.


Usai pelaksanaan upacara, Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddun menyerahkan piagam apresiasi kepada para mitra Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yakni Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), SMK Negeri 1 Bantaeng, Klinik Utama DOI 79 Bantayan, serta Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB).


Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada PAUD Kartini sebagai pemenang Apresiasi Gerakan Asri Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Gerakan Asri TAMASYA merupakan program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk menanamkan budaya peduli lingkungan kepada anak sejak usia dini melalui lingkungan tempat penitipan anak yang ramah dan berkualitas.


Melalui momentum Hari Keluarga Nasional ke-33, Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus berkomitmen memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.


Turut hadir dalam upacara tersebut, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Muhammad Tafsir, Kabag Log Polres Bantaeng Kompol Supriadi yang mewakili Kapolres Bantaeng, Pasandi Kodim 1410/Bantaeng Lettu CBA Makmur yang mewakili Dandim 1410/Bantaeng, para asisten, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng, serta para undangan lainnya.

Momentum Hari Keluarga Nasional Ke - 33 Tahun 2026, Rutan Bantaeng Ajak Pegawai Wujudkan Keluarga Harmonis


BN Online Bantaeng – Semangat membangun keluarga yang kuat dan harmonis mewarnai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng, Senin (29/06). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai serta perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).


Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", peringatan HARGANAS tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya kehadiran seorang ayah, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan kasih sayang, bimbingan, dan teladan bagi anak-anaknya.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, S.Pd., M.H., menyampaikan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia. Melalui amanat tersebut, seluruh peserta diajak untuk menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya rasa aman, cinta, dan kebersamaan yang akan membentuk generasi yang berkarakter.


Menurut Ambo Asse A, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan HARGANAS juga relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja. Ia mengajak seluruh jajaran Rutan Bantaeng untuk terus menjaga keharmonisan keluarga dan memperkuat komunikasi di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai insan pemasyarakatan.


"Ketahanan keluarga merupakan pondasi dalam membangun pribadi yang tangguh dan berintegritas. Ketika keluarga terjaga dengan baik, maka semangat dan kualitas pengabdian dalam bekerja juga akan semakin meningkat," ujarnya.


Melalui peringatan ini, Rutan Kelas IIB Bantaeng berharap nilai-nilai kekeluargaan dapat terus ditanamkan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan sumber daya manusia yang semakin berkualitas.

Sabtu, 27 Juni 2026

Bupati Bantaeng Pimpin Pelepasan Jenazah Almarhum Wabup Periode 2013-2018, Muhammad Yasin


BN Online Bantaeng, – Suasana haru dan duka menyelimuti Halaman Kantor Bupati Bantaeng pada Sabtu pagi (27/6/2026). Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, memimpin langsung upacara pelepasan jenazah almarhum Drs. H. Muhammad Yasin, MT., yang menjabat sebagai Wakil Bupati Bantaeng periode 2013-2018.


Almarhum Muhammad Yasin, putra dari Letnan Kolonel Purnawirawan H. Bohari, dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (26/6/2026) pukul 11.15 WITA. Kabar duka ini segera menyebar luas dan mendapat respons cepat dari pemerintah daerah serta masyarakat Bantaeng.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat KORPRI Kabupaten Bantaeng, menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar segala amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan almarhum selama hidupnya diterima di sisi Allah SWT.


"Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam dan merasa kehilangan atas kepergian beliau. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami mengharapkan kiranya menerima cobaan ini dengan sabar, tawakkal, tulus, dan ikhlas," ujar Bupati Fathul.


Ia menambahkan, semoga Tuhan Yang Maha Pengasih menerima semua dharma bakti almarhum dan menempatkan arwahnya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.


Sebelum prosesi pelepasan jenazah, Bupati Bantaeng telah lebih dahulu mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk menggelar doa bersama. Himbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada tokoh agama, pengurus masjid, dan pondok pesantren se-Kabupaten Bantaeng pada Jumat (26/6/2026).


"Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kita atas dedikasi Bapak Muh. Yasin atas pengabdiannya untuk masyarakat Bantaeng, mari kita gelar doa bersama setelah salat Magrib. Semoga Almarhum husnul khatimah," tulis Bupati dalam himbauannya.


Himbauan tersebut mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat, yang kemudian melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghargaan terakhir terhadap jasa-jasa almarhum dalam membangun Kabupaten Bantaeng.


Jenazah almarhum kemudian dilanjutkan perjalanannya ke tempat pemakaman untuk dimakamkan secara Islam.


News Of This Week