Seminar nasional ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026. Tahun ini, Kota Ternate mendapat kehormatan menjadi tuan rumah bagi ajang strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan pelestarian warisan budaya dan sejarah di seluruh Indonesia.
Kehadiran pejabat tinggi ANRI tersebut dinilai sangat strategis untuk memperkuat perspektif kearsipan dalam konteks pelestarian kota pusaka. Materi yang akan disampaikan diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pengelolaan arsip dan warisan sejarah bukan sekadar sebagai dokumen masa lalu, melainkan sebagai fondasi identitas serta pembangunan kota yang inklusif.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate yang juga merupakan Penanggung Jawab Kegiatan (PIC) seminar, Nona Lethulur, S.Pd., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran Dr. Andi Abubakar merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang besar untuk memperkaya substansi diskusi.
“Kehadiran Deputi Tata Kelola Kearsipan ANRI tentu memberikan nilai strategis bagi seminar ini. Kami berharap perspektif kearsipan dapat memperkuat pemahaman kita bahwa pembangunan kota pusaka tidak hanya berbicara tentang bangunan dan kawasan bersejarah, tetapi juga bagaimana memori, dokumen, dan sejarah kota dikelola serta diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Nona Lethulur.
Ia menambahkan, tema seminar memiliki keterkaitan erat dengan upaya transformasi City Gallery menjadi ruang publik yang mampu menyajikan informasi sejarah, budaya, dan perkembangan kota secara terbuka. Konsep inklusivitas menjadi kunci agar ruang tersebut dapat diakses dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
“City Gallery harus mampu menjadi ruang edukasi, informasi, dan interaksi publik. Karena itu, konsep inklusif menjadi sangat penting agar keberadaan ruang tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini membutuhkan akses informasi yang lebih luas,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Seminar Nasional, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd., membenarkan jadwal kehadiran Dr. Andi Abubakar. Menurutnya, partisipasi ANRI sangat relevan dengan tema yang diangkat, khususnya dalam melihat arsip sebagai elemen vital dari memori kolektif dan identitas kota.
“Betul, Dr. Andi Abubakar dijadwalkan menjadi narasumber. Kehadiran beliau sangat relevan, khususnya dalam melihat arsip sebagai bagian penting dari memori kolektif dan identitas sebuah kota,” kata Rusman.
Dr. Rusman menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar forum akademik, melainkan wadah untuk menghasilkan gagasan konkret bagi pengembangan Kota Ternate. Melalui pertemuan berbagai perspektif dari pemerintah, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa pelestarian kota pusaka harus berjalan beriringan dengan inovasi, keterbukaan informasi, pemanfaatan teknologi, dan prinsip inklusivitas.
“Ternate memiliki sejarah panjang dan kekayaan pusaka yang luar biasa. Melalui seminar ini, kita ingin mendorong bagaimana kekayaan tersebut tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikemas dan dihadirkan dalam ruang publik yang edukatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini,” tambah Rusman.
Momentum Rakernas XII JKPI Tahun 2026 di Kota Ternate diharapkan dapat memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Ternate ke kancah nasional, sekaligus mendorong lahirnya model pengelolaan kota pusaka yang berkelanjutan dan berdaya saing.









