Jumat, 05 Juni 2026

Momen Penuh Haru, Bupati Bantaeng Lepas Purna Bhakti Sekda Bantaeng, H. Abdul Wahab


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menghadiri acara Ramah Tamah Purna Bhakti Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Masa Bakti 2021–2026 yang berlangsung di Gedung Balai Kartini, Jumat 5 Juni 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H. Abdul Wahab, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng selama masa pengabdiannya.


“Alhamdulillah, hari ini saya berdiri di hadapan Bapak dan Ibu sekalian bukan sekadar sebagai rekan kerja, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Saya telah menjalani perjalanan pengabdian kurang lebih 35 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil dan 10 tahun 9 bulan 20 hari sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng. Untuk itu, izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih”, ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi serta pengabdian selama bertugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan seluruh masyarakat Bantaeng, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Abdul Wahab atas pengabdian, dedikasi dan kontribusinya dalam membangun daerah ini. Berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Bantaeng tentu tidak lepas dari peran dan kerja keras beliau bersama seluruh jajaran pemerintah daerah,” ujarnya.


Bupati Bantaeng juga menegaskan bahwa pengalaman, pemikiran serta keteladanan yang telah ditunjukkan oleh bapak H. Abdul Wahab selama mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah akan menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur sipil negara di Kabupaten Bantaeng.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) terbaru oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantaeng, H.Muh.Amri kepada bapak H. Abdul Wahab.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyerahkan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan Apresiasi, yang diserahkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, Ketua GOW Kabupaten Bantaeng, Hj.Rahma Arsyad, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muh. Tafsir, Kasubagbin Kejaksaan Negeri Bantaeng, Andi Arwin Suaib mewakili Kajari Bantaeng; Kapolsek Bantaeng, Iptu Syamsul Alam mewakili Kapolres Bantaeng; Pasi Pers Kodim 1410/Bantaeng, Sahabuddin mewakili Dandim 1410/Bantaeng, para Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng, para camat, Lurah serta pimpinan BUMN dan BUMD.

Duta Anak Kabupaten Bantaeng Audiensi dengan Bunda Forum Anak, Bahas Persiapan PILDUT dan FASS


BN Online Bantaeng, – Duta Anak Kabupaten Bantaeng melakukan audiensi dengan Bunda Forum Anak Kabupaten Bantaeng, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bantaeng, Ibu Gunya Paramasukhaputri, S.Ikom. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana keakraban dan penuh semangat untuk memperkuat peran anak dalam pembangunan daerah, di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Jum'at 04 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Anak menyampaikan rencana kegiatan utama yang akan segera dilaksanakan, yaitu Pemilihan Duta Anak (PILDUT). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dari Forum Anak Kabupaten Bantaeng yang bertujuan untuk mencari dan menyeleksi perwakilan terbaik anak-anak Bantaeng.


"Kami berharap melalui PILDUT ini, kami dapat menemukan sosok-sosok anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan advokasi hak-hak anak," ujar perwakilan Duta Anak dalam paparannya.


Lebih lanjut, Duta Anak menjelaskan bahwa pemenang dari Pemilihan Duta Anak nantinya akan mewakili Kabupaten Bantaeng untuk berkompetisi di tingkat provinsi, yakni dalam ajang Festival Anak Sulawesi Selatan (FASS). Partisipasi dalam FASS menjadi sangat strategis karena merupakan wadah bagi anak-anak Sulsel untuk menyuarakan aspirasi, berkreasi, dan membangun jejaring dengan anak-anak dari kabupaten/kota lainnya.


Menanggapi penyampaian tersebut, Bunda Forum Anak Kab. Bantaeng, Ibu Gunya Paramasukhaputri, S.Ikom, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan proaktifitas para Duta Anak. Beliau menekankan pentingnya persiapan yang matang, baik dari segi materi maupun mental, bagi calon peserta PILDUT.


"Saya sangat mendukung penuh agenda tahunan Forum Anak ini. Sebagai Bunda Forum Anak, saya berkomitmen untuk memfasilitasi dan mendampingi adik-adik Duta Anak agar dapat tampil maksimal, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga saat membawa nama Bantaeng di Festival Anak Sulawesi Selatan," tutur Ibu Gunya.


Ibu Gunya juga mengingatkan agar proses pemilihan berjalan adil, transparan, dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat serta anak-anak di Kabupaten Bantaeng. Ia berharap keberadaan Duta Anak dapat terus menjadi inspirasi bagi peers sebaya untuk terlibat dalam kegiatan positif dan menjadi pelopor serta pelapor dalam perlindungan anak.


Dengan dilaksanakannya audiensi ini, diharapkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng, TP PKK, Forum Anak, dan para Duta Anak semakin kuat, sehingga hak-hak anak di Bumi Butta Toa dapat terpenuhi dengan lebih baik

Era Baru Kepemimpinan Sekretariat KPU Bantaeng: H. Ahmad Basri Dilantik Sebagai Sekretaris Baru, Selamat Bertugas Usman Saleh Sekretaris KPU Toraja Utara


BN Online Bantaeng– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng menandai babak baru dalam struktur organisasinya dengan berlangsungnya serah terima jabatan dan pelantikan Sekretaris KPU yang baru. H. Ahmad Basri, SE., MM., resmi dilantik sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Bantaeng, menggantikan Usman Saleh, S.Sos., MM., yang bertugas sebagai sekretaris KPU Toraja Utara


Prosesi pelantikan ini menjadi momen penting bagi institusi penyelenggara pemilu di Bumi Butta Toa, menandakan komitmen KPU Bantaeng untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas dalam setiap tahapan demokrasi.


Selamat dan Sukses untuk H. Ahmad Basri

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Bantaeng mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya H. Ahmad Basri, SE., MM., sebagai Sekretaris KPU yang baru. Diharapkan, dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, H. Ahmad Basri dapat membawa energi positif, inovasi, serta efisiensi dalam manajemen kesekretariatan.


"Kami mengucapkan selamat bertugas kepada Saudara H. Ahmad Basri. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan dedikasi tinggi untuk kemajuan KPU Kabupaten Bantaeng," Ucap Ketua KPU Bantaeng, Kamis 04 Juni 2026.


Sebagai Sekretaris, H. Ahmad Basri akan memegang peranan strategis dalam koordinasi administrasi, perencanaan program, serta dukungan teknis bagi para Komisioner dalam menyelenggarakan pemilihan umum yang berkualitas.




Terima Kasih Atas Dedikasi Usman Saleh

Di sisi lain, acara ini juga menjadi momen perpisahan yang haru sekaligus penuh apresiasi bagi Usman Saleh, S.Sos., MM. Selama menjabat sebagai Sekretaris KPU Bantaeng, Usman Saleh telah memberikan kontribusi nyata, dedikasi tanpa pamrih, dan pengabdian tulus bagi lembaga ini.


Pimpinan dan seluruh staf KPU Kabupaten Bantaeng menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala kerja keras, pemikiran, dan langkah-langkah strategis yang telah diambil oleh Usman Saleh selama masa baktinya. Kontribusinya dalam memperkuat sistem administrasi dan mendukung kelancaran berbagai tahapan pemilu di Bantaeng akan selalu dikenang.


"Terima kasih atas dedikasi, kontribusi, dan pengabdian Bapak Usman Saleh selama menjabat. Jejak langkah dan karya beliau telah menjadi bagian penting dari sejarah KPU Kabupaten Bantaeng. Kami mendoakan kesuksesan dan kesehatan bagi beliau di fase kehidupan berikutnya," tambah pernyataan resmi KPU.


Komitmen Berkelanjutan

Dengan pergantian ini, KPU Kabupaten Bantaeng berharap sinergitas antara unsur pimpinan, sekretariat, dan seluruh jajaran staff semakin solid. Transisi kepemimpinan ini diharapkan berjalan lancar dan tetap menjaga momentum positif dalam persiapan menghadapi tantangan demokrasi di masa depan.


KPU Kabupaten Bantaeng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di daerah ini.

Kamis, 04 Juni 2026

Wakil Bupati Bantaeng Lantik Muh. Rivai Sebagai Kepala Bapenda


BN Online Bantaeng - Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin melantik Muh. Rivai Nur sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), di Kantor Bupati Bantaeng, Rabu, 3 Juni 2026.


Diketahui, Bapenda merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru di Pemkab Bantaeng. Pembentukan ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari pajak daerah. 


Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin mengatakan, Bapenda merupakan OPD baru yang sangat strategis bagi pemerintahan daerah saat ini. Sehingga dibutuhkan sosok  kapabilitas untuk mengisi jabatan tersebut. 


"Di tengah efisiensi, Bapenda merupakan OPD yang sangat strategis bagi kami. Sehingga kami yakin sosok Pak Rivai dengan pengalamannya bisa menggenjot PAD Bantaeng," katanya. 


Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantaeng, Muhammad Arief mengatakan, jabatan Muh. Rivai yang sebelumnya sebagai Kepala Inspektorat Bantaeng saat ini masih kosong. 


"Saat ini masih kosong, dan akan dijabat oleh seorang Pelaksana Tugas sambil menunggu proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.," bebernya.

Rabu, 03 Juni 2026

Bupati Bantaeng Lantik Muhammad Tafsir sebagai Pj. Sekda Bantaeng, Dorong Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Dr. H. Muhammad Tafsir P., M.AP sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng. Pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng dan disaksikan oleh jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Rabu (3/6).


Dr. H. Muhammad Tafsir, saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bantaeng. Pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Pada kesempatan itu, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-11 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan.


"Izinkan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan OPD, dan dari Inspektorat bahwa kemarin sore pada pukul 16.00 Wita,BPK Perwakilan Sulawesi Selatan baru saja menyerahkan LHP, laporan hasil pertanggungjawaban dan alhamdulillah kita dinyatakan mendapatkan WTP yang ke-11 kalinya tentunya berkat kerja keras teman-teman semua makanya kita bisa mempertahankan status opini wajar tanpa pengecualian ini. Tapi tentunya harus lebih ditingkatkan lagi. Jadi yang perlu diperbaiki kita perbaiki lagi agar tahun depan dan tahun-tahun seterusnya, InsyaAllah kita masih bisa mendapatkan WTP", katanya.


Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Sekretaris Daerah sebelumnya, Drs. Abdul Wahab, S.E.,M.Si, atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Kabupaten Bantaeng.


"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Wahab selaku Sekretaris Daerah sebelumnya yang begitu luar biasa pengabdiannya untuk Kabupaten Bantaeng karena beliau itu menjadi Sekda kurang lebih 10 tahun dan mendampingi 5 kepemimpinan bupati yang memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Bantaeng".


Sementara itu, Bupati juga berharap Kepada Pj. Sekda yang baru saja dilantik, agar menjalankan tugas dengan baik serta melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, posisi Sekretaris Daerah merupakan jabatan yang sangat strategis karena berperan penting dalam menjaga stabilitas dan efektivitas roda pemerintahan.


"Selamat bertugas Pak Sekda tolong agar kiranya melakukan pembenahan karena dalam pemerintahan, posisi yang paling strategis adalah Sekda. Sekda yang menentukan bagaimana internal pemerintah daerah dapat berjalan dengan kondusif. Jika Sekda bekerja dengan baik, maka seluruh tugas pemerintahan dapat berjalan lebih optimal",pungkasnya.


Bupati Bantaeng juga menyampaikan bahwa saat ini jabatan Sekretaris Daerah definitif masih kosong dan akan segera dilakukan proses seleksi terbuka.


"Kita akan membuka seleksi untuk calon Sekda definitif di Kabupaten Banteng. Tentunya Pak Pj. Sekda juga bisa ikut nanti. Dan kita lihat siapa yang kira-kira bisa menduduki posisi Sekda ini dan tentunya ini adalah posisi yang sangat strategis dan ini semua ditentukan dari kinerja Bapak Ibu semua", tutupnya.

Gerbong Mutasi Polres Kediri Bergerak Jelang Hari Bhayangkara

Upacara Sertijab di Mako Polres Kediri. (Foto : Hari)


KEDIRI  - JATIM, BIDIK NASIONAL MEDIA GROUP || Polres Kediri Polda Jatim melakukan mutasi dua pejabat utama serta  Kapolsek jajaran menjelang Hari Bhayangkara, dalam kegiatan serah terima jabatan yang digelar di Mapolres Kediri, Selasa (2/6/2026) dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priyaji, S.H., S.I.K., M.Si.


Tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026, sejumlah jabatan Kapolsek yang mengalami pergantian di antaranya Kapolsek Kandangan, Ngancar, Puncu, Kunjang, Plemahan, Gurah, Plosoklaten, Gampengrejo, Purwoasri, Ngasem, dan beberapa jajaran lainnya.


Pergantian jabatan meliputi:

1. AKP Dyah Ayu Mirda Puspita Redhaningtyas, S.Tr.K., M.H., dari Paurpulahinprodok Subbid PID Bidhumas Polda Jatim menjadi Kasatbinmas Polres Kediri.

2. AKP Donny Sekti Ardhianto, S.H., dari Kasatintelkam Polres Ponorogo menjadi Kasipropam Polres Kediri.

3. AKP Wendi Sulistiono, S.T.K., S.I.K., M.H., dari Pama Polda Jatim menjadi Kapolsek Pare Polres Kediri.

4. AKP Barkah Ramsul, dari Kasatbinmas Polres Kediri menjadi Kapolsek Purwoasri.

5. AKP Rudi Hartono, S.H., dari Kapolsek Purwoasri menjadi Kapolsek Gampengrejo.

6. AKP Irfan Widodo, S.H., dari Kapolsek Gampengrejo menjadi Kasubbagstrajemen dan RB Bagren Polres Kediri.

7. AKP Didik Suryono, S.H., dari Kasipropam Polres Kediri menjadi Kapolsek Plosoklaten.

8. AKP Dwi Widodo, S.H., dari Kapolsek Plosoklaten menjadi Kapolsek Gurah.

9. AKP Rudy Widianto, S.H., dari Kapolsek Ngancar menjadi Kapolsek Kandangan.

10. AKP Rudi Darmawan, S.H., M.H., dari Kapolsek Pare menjadi Kapolsek Kepung.

11. AKP Gatot Pesantoro, S.H., dari Kapolsek Plemahan menjadi Kasubbagbekpal Baglog Polres Kediri.

12. Iptu Ardian Wahyudi, S.H., dari Ps. Kapolsek Gurah menjadi Kapolsek Plemahan.

13. AKP Marjuki, S.H., M.H., dari Kapolsek Puncu menjadi Kapolsek Ngancar.

14. AKP Djuri Winarto, S.H., dari Kasubbagbinkar Bag SDM menjadi Kapolsek Puncu

15. AKP Udi Waluyo, dari Kapolsek Kunjang menjadi Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Kediri.

16. AKP Miftakhudin, dari Kasubbagbekpal Baglog menjadi Kapolsek Kunjang.

17. Ipda Heri Priyadi, S.H., dari Kapolsek Ngasem menjadi Pama Polres Kediri.

18. Iptu Bambang Supaku, S.H., dari Kanit Paminal Sipropam Polres Kediri menjadi Kapolsek Ngasem.


Dalam amanatnya, Bramastyo menegaskan bahwa mutasi merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi Polri.


“Hari ini kita melaksanakan serah terima jabatan dua pejabat utama Polres Kediri, yakni Kasat Intelkam dan Kasat Tahti, serta 12 jabatan Kapolsek jajaran. Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pembinaan karier dan peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi,” ujar AKBP Bramastyo.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bramastyo juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama yang mendapat tugas baru. Ia berterima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Polres Kediri.


“Terima kasih atas kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, membangun sinergitas dengan unsur tiga pilar, serta memberikan pelayanan yang responsif, adaptif, dan humanis kepada masyarakat,” katanya.


AKBP Bramastyo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dicapai oleh Polri seorang diri. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Kediri.


“Keberhasilan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan pernah tercapai tanpa dukungan masyarakat. Karena itu saya tekankan agar seluruh anggota terus memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis kepada masyarakat,” tegasnya.


Mutasi ini diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus penguatan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Kediri. (Hrb)

Breaking News : Kejaksaan Negeri Bantaeng Bergerak Melakukan Penggeledahan di Kantor PDAM Tirta Eremerasa, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Senilai Rp6 Miliar


BN Online Bantaeng, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng melakukan penggeledahan intensif di kantor Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, pada pagi hari ini, Rabu (03/06/2026). Aksi ini merupakan bagian dari penyelidikan mendalam terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan dana hibah program air minum perkotaan.

Penggeledahan ini dilakukan setelah kasus tersebut resmi dinaikkan ke tahap penyidikan oleh Kejari Bantaeng beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, total kerugian negara atau nilai dana yang diduga dikorupsi mencapai sekitar Rp6 miliar, tergantung pada rincian pos anggaran yang sedang diperiksa, termasuk dana hibah dan penyertaan modal.


Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, melalui tim penyidik, mengonfirmasi bahwa penggeledahan bertujuan untuk mengamankan bukti-bukti dokumen administratif, laporan keuangan, serta data digital yang berkaitan dengan pencairan dan penggunaan dana hibah tersebut. Sejumlah pejabat dan staf PDAM Tirta Eremerasa tampak mendampingi proses penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA.


"Kami telah meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan karena adanya bukti permulaan yang cukup kuat mengenai indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah air minum," ujar seorang sumber dari Kejari Bantaeng yang enggan disebutkan namanya, Rabu pagi.


Kasus ini bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau inspektorat daerah yang menyoroti ketidakwajaran dalam pelaporan penggunaan dana hibah pemerintah pusat dan daerah yang dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur air bersih di Kabupaten Bantaeng. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk perbaikan jaringan dan perluasan akses air bersih, namun diduga ada aliran dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya.


Penggeledahan hari ini menjadi langkah krusial bagi penyidik untuk melengkapi barang bukti sebelum kemungkinan penetapan tersangka lebih lanjut. Masyarakat Kabupaten Bantaeng berharap proses hukum ini dapat berjalan transparan dan adil, mengingat PDAM Tirta Eremerasa merupakan satu-satunya penyedia air bersih utama di wilayah tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Tirta Eremerasa belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penggeledahan tersebut. Proses penyelidikan masih terus berlanjut di bawah koordinasi Kejari Bantaeng.

Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa di Eremerasa Berhasil Diciduk Tim Resmob Polres Bantaeng


BN Online Bantaeng, – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bantaeng bersama Unit Reskrim Polsek Eremerasa, berhasil  meringkus dua orang pemuda yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum.


Penangkapan para pelaku didasarkan pada laporan polisi dengan nomor LP/B/113/V/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN, tertanggal 27 Mei 2026, yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Saenda (41), setelah anaknya yang berstatus mahasiswa menjadi korban kebrutalan kelompok ini.


Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si, membenarkan operasi penangkapan tersebut.


"Benar, tim gabungan dari Resmob Polres Bantaeng dan Polsek Eremerasa telah berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa berinisial IL (20). Kedua pelaku merupakan bagian dari kelompok atau geng motor lokal berinisial MPJ (Manna Pacce Jariji)," ungkap AKP Gunawang Amin dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).


Ia menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan tragis ini terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WITA di Kampung Allu, Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.


Saat itu, korban (Ilham) sedang berdiri di pinggir jalan untuk menunggu temannya karena hendak bersama-sama pulang ke rumah mereka di Kecamatan Sinoa. Namun secara tiba-tiba, datang rombongan pelaku dengan menggunakan tiga unit sepeda motor.


Tanpa basa-basi, salah satu motor langsung menabrak paha kiri korban hingga terjatuh ke tanah. Begitu korban tidak berdaya, para pelaku langsung turun dan mengeroyok korban.


"Keduanya memukul bagian wajah, kepala, serta paha secara bertubi-tubi hingga korban tak sadarkan diri (pingsan),"


Menyikapi aksi premanisme tersebut, Tim Resmob Polres Bantaeng yang dipimpin Dantim  Aipda Sabil langsung melakukan serangkaian penyelidikan mendalam dan memeriksa saksi-saksi guna mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket). 


Berdasarkan informasi tersebut, Tim Resmob akhirnya berhasil mengendus keberadaan pelaku utaman berinisial NU alias Ical (23) Pada Selasa pagi (1/6/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.


" NU alias Ical diamankan tanpa perlawanan saat berada di sebuah tempat hiburan malam di Kampung Jagung, Kelurahan Malilingi," beber Kasat Reskrim.


Usai diamankan, Ical langsung digiring petugas untuk dilakukan interogasi awal. Hasilnya,  Ical bernyanyi dan menyeret nama rekannya, FR.


Berbekal informasi tersebut, tim Resmob melakukan pengembangan. Pada Selasa dini hari (2/6/2026) sekitar pukul 01.30 WITA, petugas berhasil menciduk Fatur saat berada di kediamannya di Jalan Hambali 2, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu,. Selain pelaku, petugas juga menyita  satu unit sepeda motor Honda CRF yang digunakan saat mereka beraksi.


Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, kedua pelaku akhirnya mengakui semua perbuatan brutal mereka di hadapan penyidik.


"Dari hasil interogasi, pelaku NU alias Ical mengakui memukul kepala korban berkali-kali menggunakan tangan kosong dan menginjak kepala korban sebanyak dua kali dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras (miras). Sementara pelaku FR berperan sebagai joki yang mengejar, menabrak, bahkan tega melindas tubuh korban menggunakan sepeda motor Honda CRF miliknya setelah korban terjatuh," jelas AKP Gunawang Amin.


Lebih lanjut, Kasat Reskrim membeberkan bahwa dugaan motif pengeroyokan ini dipicu karena pelaku tidak terima rombongan korban sempat menggeber-geber suara knalpot motor di depan tempat mereka nongkrong. 


Pihak kepolisian juga mencatat bahwa kedua pemuda ini merupakan residivis kambuhan yang kerap berurusan dengan hukum.


"Kedua pelaku ini adalah profil yang cukup meresahkan. Tersangka NU sudah beberapa kali diamankan terkait kasus penganiayaan, sedangkan FR sebelumnya pernah ditangkap terkait kasus perang antar kelompok. Saat ini keduanya beserta barang bukti satu unit motor Honda CRF telah kami amankan di Mapolres Bantaeng guna proses hukum dan penyidikan lebih lanjut oleh tim penyidik," tegas Kasat Reskrim.


Selasa, 02 Juni 2026

Prestasi Gemilang! Pemkab Bantaeng Pertahankan Opini WTP 11 Tahun Berturut-turut (2015-2026)


 

BN Online Makassar,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan daerah. Pada acara serah terima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (02/06/2026), Pemkab Bantaeng resmi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).


Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena merupakan kali ke-11 secara berturut-turut Pemkab Bantaeng mempertahankan predikat WTP sejak tahun 2015 hingga 2026. Konsistensi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan manajemen keuangan yang baik.


Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel menyerahkan langsung LHP tersebut kepada perwakilan Pemkab Bantaeng. Dalam sambutannya, pihak BPK mengapresiasi upaya keras Pemkab Bantaeng yang terus memperbaiki sistem pengendalian internal pemerintahan. Opini WTP untuk TA 2025 ini menegaskan bahwa laporan keuangan Pemkab Bantaeng telah disajikan secara wajar, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Bupati Bantaeng, dalam keterangannya usai menerima penghargaan, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian ini. "Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat dan penilaian positif dari BPK RI dapat kita pertahankan selama 11 tahun berturut-turut. Ini bukan hanya keberhasilan birokrasi, tetapi hasil kolaborasi solid antara eksekutif, legislatif, dan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Bantaeng," ujarnya.


Ia menambahkan, predikat WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan modal dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan tata kelola keuangan yang bersih dan transparan, Pemkab Bantaeng optimis dapat mengalokasikan anggaran daerah lebih efektif untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Prestasi ini juga menjadi bukti nyata kepemimpinan yang stabil dan visi jangka panjang dalam reformasi birokrasi di Bumi Butta Toa. Pemkab Bantaeng berkomitmen untuk terus menjaga integritas keuangan daerah agar kepercayaan publik dan pusat tetap terjaga di tahun-tahun berikutnya.


Dugaan Penggelapan SHM oleh Oknum Notaris di Kediri Dilaporkan ke Polisi, “Pengacara Jalanan” Kawal Langsung Korban

KEDIRI - JATIM, BIDIK NASIONAL MEDIA GROUP  || Dugaan penggelapan Sertifikat Hak Milik (SHM) oleh seorang notaris di Kota Kediri resmi dilaporkan ke Polres Kediri Kota.


Laporan tersebut dibuat oleh Maria Candra Mulyaning Purwati, didampingi putranya Dyonisius Revanofandi Kurniawan, setelah upaya komunikasi dan dua kali somasi tidak membuahkan hasil.


Kuasa hukum korban, Arivo Yunus Prasetyo, S.H., advokat yang dikenal publik melalui akun TikTok “Pengacara Jalanan”, turun langsung mendampingi dan mengawal proses pelaporan.


Pihak yang dilaporkan diketahui bernama Dewi Maharani, S.H., M.H., yang berkantor di Jalan Dr. Sahardjo Nomor 119, Desa Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.


Perkara bermula pada Juli 2024 saat korban melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan miliknya.


Setelah pembeli dan penjual mencapai kesepakatan, korban kemudian mempercayakan proses Akta Jual Beli (AJB) dan balik nama sertifikat kepada pihak notaris tersebut.


Pada Februari 2025, sertifikat asli diserahkan untuk diproses.


Namun hingga lebih dari satu tahun berlalu, proses AJB maupun balik nama tidak kunjung selesai.


Korban kemudian melakukan pengecekan langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri.


Dari pengecekan tersebut diketahui bahwa sertifikat hanya diproses menjadi sertifikat elektronik, sementara AJB dan balik nama belum pernah diajukan sama sekali.


Sebelum menempuh jalur pidana, kuasa hukum korban telah melayangkan somasi sebanyak dua kali.


Namun hingga batas waktu yang diberikan tidak terdapat itikad baik untuk menyelesaikan persoalan maupun mengembalikan SHM milik korban.


Dalam pertemuan setelah somasi, menurut kuasa hukum korban, justru muncul persoalan baru.


“Klien kami datang untuk meminta kejelasan dan pengembalian sertifikat miliknya. Tetapi yang terjadi justru diminta membayar Rp7,5 juta, sementara pekerjaan pokok belum diselesaikan. Bahkan klien juga diminta menandatangani lembar kosong. Ini persoalan serius dan patut diuji secara pidana,” tegas Arivo Yunus Prasetyo, S.H.


Menurut Arivo, fakta yang muncul bukan hanya menyangkut keterlambatan administrasi.


Terdapat dugaan tindak pidana yang perlu didalami aparat penegak hukum berdasarkan laporan dan dokumen yang telah disampaikan.


“Kami menghormati proses hukum. Tetapi kalau hak masyarakat dirugikan dan upaya persuasif sudah ditempuh tanpa hasil, negara harus hadir. Kami meminta penyidik mengusut secara profesional dan memberikan kepastian hukum bagi klien kami,” ujarnya.


Arivo mengatakan pendampingan terhadap masyarakat memang menjadi komitmen yang selama ini ia suarakan.


“Saya ingin hukum lebih dekat dengan masyarakat. Banyak warga takut bicara atau bingung harus ke mana saat menghadapi persoalan hukum. Tugas advokat bukan hanya bicara di pengadilan, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” katanya.


Saat ini perkara telah resmi ditangani Polres Kediri Kota.


Pihak kuasa hukum memastikan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga klien memperoleh kepastian hukum dan dokumen miliknya kembali. (Hrb)

Senin, 01 Juni 2026

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Bantaeng Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Senin 1 Juni 2026.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", yang menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, yang pada kesempatan itu membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.


Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," demikian kutipan sambutan Kepala BPIP.


Sambutan tersebut juga menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi "bintang penuntun" dan "jangkar moral" bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Dengan keberagaman yang dimiliki, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Selain itu, Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga perdamaian dunia melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), upaya mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), yang tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Bantaeng, H. Budi Santoso; Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng, Bambang Supriyono; Wakapolres Bantaeng, Kompol Andi Ikbal, mewakili Kapolres Bantaeng; Kasi Pemulihan Aset Kejaksaan Negeri Bantaeng, Sepriyadi mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng; para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng; TNI dan Polri,  para camat dan lurah serta ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Rutan Bantaeng Bersama Imigrasi Bantaeng Refleksikan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila


BN Online Bantaeng, – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Rutan Kelas IIB Bantaeng bersama Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng menggelar Upacara Bendera yang berlangsung khidmat di halaman Rutan Bantaeng, Senin (01/06).


Upacara tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Bantaeng, pegawai Kantor Imigrasi Bantaeng, serta perwakilan warga binaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng, Nur Arifandi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman serta menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.


Melalui tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, seluruh peserta upacara diajak untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Nilai religiusitas, toleransi, gotong royong, dan persatuan disebut sebagai kekuatan utama yang menjadikan Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.


Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bantaeng di Lapangan Seruni bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi vertikal lainnya.


Menurut Ambo Asse, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh jajaran untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

“Sebagai insan Pemasyarakatan, kita memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air semakin tumbuh di lingkungan Rutan Bantaeng, sehingga seluruh jajaran dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin prima, bermanfaat, dan berdampak bagi masyarakat.

 

All The News

News Of This Week

This Month's News