Kamis, 30 Juli 2026

Bupati Bantaeng Hadiri Pemaparan Calon Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri kegiatan Zoom Meeting Pemaparan Calon Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Studio Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantaeng, Kamis 30 Juli 2026.


Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2026. Dengan mengusung tema "Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas".


Pemaparan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Saleh, yang menjelaskan bahwa tahapan pemaparan merupakan tahap ketiga dalam proses penilaian setelah sebelumnya dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan.


"Dalam verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sekitar satu minggu lalu, tim penilai telah melihat secara langsung kondisi objektif di desa dan kelurahan peserta serta mencocokkannya dengan data yang disampaikan. Hasil pemaparan ini akan menjadi dasar penetapan juara tingkat provinsi," jelasnya.


Ia menambahkan, desa dan kelurahan terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan akan diumumkan dan diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri pada 31 Juli 2026 untuk mengikuti penilaian tingkat regional Sulawesi dan Kalimantan.


Pada tahap pemaparan tahun ini, terdapat delapan peserta yang terdiri atas lima desa dan tiga kelurahan, yakni, Desa Barae Kabupaten Soppeng, Desa Mario Kabupaten Soppeng, Desa Kalosi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap, Desa Bonto Tangnga Kabupaten Bantaeng; Lembang Rante, Kabupaten Toraja Utara Kelurahan Tolotenreng, Kabupaten Wajo Kelurahan Kadidi, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kelurahan Gunung Sari, Kota Makassar.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah, kepala desa, lurah, serta seluruh pihak yang telah berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan melalui inovasi serta pelayanan kepada masyarakat.


Keikutsertaan Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, sebagai wakil Kabupaten Bantaeng diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.


Turut hadir mendampingi pada kegiatan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asruddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantaeng H. Hariyanto, Camat Uluere Munir Gassing, serta Kepala Desa Bonto Tangnga, dr. Mahmudin.


Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng Buka PUSPAGA Goes to Village di Desa Bonto Tiro


BN Online Bantaeng, -  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, menghadiri sekaligus membuka secara resmi PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Goes to Village dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera yang dilaksanakan di Kantor Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7).


Program PUSPAGA yang turun langsung di desa diharapkan dapat memberikan akses edukasi yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya para orang tua, terkait pola asuh anak dan remaja, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.


Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng menyampaikan bahwa kehadiran PUSPAGA sangat penting sebagai wadah edukasi, konsultasi, konseling dan pendampingan bagi keluarga. Dirinya mengajak seluruh keluarga untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Puspaga.


"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola asuh yang positif, mendorong keluarga yang lebih tangguh, serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan melaporkan apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak", ujarnya.


Melalui PUSPAGA Goes to Village, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap dapat memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, melindungi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju terwujudnya keluarga yang harmonis, berkualitas, dan sejahtera.


Pada kesempatan tersebut, Ketua TP. PKK Bantaeng, meninjau langsung proses pembuatan Kacang Tiras (Tiga Rasa), salah satu produk UMKM yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Bonto Tiro. Produk olahan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat.


Selain diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bonto Tiro, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), dihadiri Camat Sinoa Hj. Erny, Kepala Desa Bonto Tiro, Arman yang didampingi Ketua TP. PKK Desa Bonto Toro Hartuti.


Disdikbud Bantaeng Gelar Rakor Krusial: Batasi Penggunaan HP di Kalangan Siswa SD dan SMP


BN Online Bantaeng,– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bantaeng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kabupaten untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Acara yang berlangsung di Balai Kartini, Kamis (30/7/2026), ini mengusung tema mendesak terkait pengawasan penggunaan handphone atau telepon seluler di lingkungan sekolah.


Rapat koordinasi ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf Jarre, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang hadir, sekaligus menyinggung tingkat kehadiran yang belum maksimal.


"Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menyempatkan hadir di tempat ini. Bagi yang tidak hadir, perlu dipahami bahwa kegiatan seperti ini seharusnya dihadiri karena sifatnya sangat penting," ujar Yusuf.


Ia menjelaskan bahwa rapat ini digelar secara mendadak (dadakan) setelah adanya instruksi dari Bupati Bantaeng. "Kemarin kami dipanggil oleh Bapak Bupati Bantaeng untuk segera melakukan rapat, dan mohon maaf kepada bapak-ibu karena rapat ini sifatnya dadakan," tambahnya.


Tantangan Era Digital dan Kebijakan Kementerian


Yusuf menekankan bahwa tema pembahasan kali ini sangat krusial, yakni pengaruh perangkat digital terhadap proses belajar mengajar dan perkembangan karakter siswa. Ia menyebut bahwa penggunaan handphone oleh siswa saat ini sudah berada dalam tahap "darurat" atau emergency.


"Tema ini bukan tanpa alasan. Di era digital yang serba cepat ini, kita mendapatkan tantangan besar yang mempengaruhi proses belajar mengajar dan perkembangan karakter anak didik kita," jelasnya.


Lebih lanjut, Yusuf mengingatkan bahwa kebijakan pembatasan penggunaan handphone di satuan pendidikan telah ditertibkan oleh Kementerian Pendidikan melalui surat edaran yang diterbitkan sejak bulan lalu. Oleh karena itu, sinergi antara pihak sekolah dan dinas pendidikan sangat diperlukan untuk mengawal implementasi kebijakan tersebut demi kemaslahatan peserta didik di masa depan.


Peserta dan Narasumber


Berdasarkan data undangan, tercatat 150 perwakilan sekolah dasar diharapkan hadir, namun realisasinya sebanyak 135 orang. Sementara itu, untuk jenjang SMP, rapat dihadiri oleh 37 orang, termasuk guru Bimbingan Konseling (BK).


Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural dan fungsional di lingkup Disdikbud Bantaeng, antara lain Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala UPT Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Koordinator Pengawas, serta Kepala Bidang (Kabid) SD, Kabid SMP, dan Kabid Ketenagaan.


Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bantaeng dalam menangani dampak negatif teknologi terhadap pelajar, serta komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkarakter.


Rabu, 29 Juli 2026

Sitti Ramlah Raih Penghargaan Tertinggi "Adhi Bhakti Utama" dari Ketua TP PKK Pusat Atas 32 Tahun Pengabdian


BN Online Bantaeng– Dedikasi dan pengabdian tanpa henti seorang kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) akhirnya berbuah manis. Sitti Ramlah, S.E., M.M., resmi menerima Piagam Penghargaan bergengsi "Adhi Bhakti Utama" dari Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK Pusat, Ny. Tito Karnavian.


Penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas karya bakti dan pengabdian Sitti Ramlah kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Ia telah aktif dan terus menerus berperan sebagai Kader serta Pengurus TP PKK di Provinsi Sulawesi Selatan selama lebih dari 25 tahun, tepatnya mencapai 32 tahun pengabdian.


"Adhi Bhakti Utama" merupakan piagam penghargaan tertinggi yang diberikan kepada para kader dan pengurus PKK yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam memajukan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.


Dalam keterangannya pada Rabu 29 Juli 2026, Sitti Ramlah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia secara khusus menyebutkan dukungan dari suami tercintanya, Hamzah Samad, serta jajaran pimpinan PKK di tingkat kabupaten hingga pusat.


"Terimakasih teruntuk buat suamiku tercinta Hamzah Samad, Ketua TP PKK Kab. Bantaeng Ny. Gunya Paramasukhaputri, Penasehat PKK Ibu Hj. Lies Fachrudin, Ibu Tim Ahli PKK Hj. Rahmah Arsyad, Sekretaris PKK Syamsuniar Malik, serta support dari pengurus PKK Kabupaten Bantaeng," ujar Sitti Ramlah.


Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PKK yang berada di tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan, serta saudara dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan moral maupun material selama ini.


Perjalanan Sitti Ramlah di organisasi PKK dimulai dari level paling bawah sebagai kader, hingga akhirnya tergabung dan aktif di struktur PKK Kabupaten Bantaeng. Selama 32 tahun, ia konsisten berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.


Baginya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa kerja keras dan ketulusan hati akan membuahkan hasil.


"Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Hidup Jaya PKK. PKK selalu di hati," pungkasnya dengan penuh semangat.


Penerimaan penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader-kader PKK lainnya di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bantaeng, untuk terus meningkatkan dedikasi dalam melayani masyarakat melalui gerakan PKK.


Selasa, 28 Juli 2026

KPU Kabupaten Bantaeng dan BPVP Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan


BN Online Bantaeng,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kabupaten Bantaeng. 


Kegiatan ini berlangsung di Aula Butta Toa BPVP Bantaeng pada Selasa,(28/07/2026), dibuka secara resmi oleh Kepala BPVP Kabupaten Bantaeng, Arsad.


Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh, yang memaparkan Sejarah Kepemiluan di Indonesia, mulai dari perjalanan pemilu sejak awal kemerdekaan hingga perkembangan sistem pemilu pada era reformasi sebagai bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia.


"Sejarah kepemiluan di Indonesia merupakan cerminan perjalanan demokrasi bangsa. Mulai dari penyelenggaraan pemilu pertama setelah kemerdekaan hingga berbagai perubahan sistem pemilu pada era reformasi, seluruh proses tersebut menunjukkan komitmen KPU dalam membangun demokrasi yang semakin terbuka, partisipatif, dan berintegritas," ujar Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh.


Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Bantaeng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Aspar Ramli, yang membawakan materi mengenai Tujuan Pemilu serta hubungan antara pelatihan vokasi dan pendidikan pemilih. Dalam paparannya, Aspar Ramli menegaskan bahwa pelatihan vokasi dan pendidikan pemilih merupakan dua proses yang saling melengkapi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.


"Vokasi membekali masyarakat dengan kompetensi dan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja, sedangkan pendidikan pemilih membentuk warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya. Keduanya merupakan investasi penting bagi kemajuan bangsa," jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng, Ramli Kahar, yang mengulas Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Pemilu, meliputi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, serta pentingnya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.


Kepala BPVP Kabupaten Bantaeng, Arsad menyampaikan bahwa kegiatan ini telah lama direncanakan dan akhirnya dapat terlaksana melalui kolaborasi antara BPVP dan KPU Kabupaten Bantaeng. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas demokrasi dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.


"Kegiatan ini sudah lama kami agendakan, namun baru kali ini dapat terlaksana. Kontribusi seperti ini menjadi penting bagi keberlangsungan negeri ini. Bagi saya, KPU sudah menyatu dalam perjalanan hidup saya karena selama tiga periode saya menjadi bagian dari KPU sebagai Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik serta Kasubag Teknis Penyelenggaraan. Pengalaman itulah yang menjadi spirit bagi saya untuk terus berkolaborasi dengan KPU dalam memberikan pendidikan pemilih kepada peserta pelatihan," ujar Arsad.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta BPVP yang aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar demokrasi, kepemiluan, serta peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa.


Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Bantaeng berharap sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi demokrasi, membangun kesadaran politik yang sehat, serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten di dunia kerja, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.


Bupati Bantaeng Sambut Tim Verifikasi Lomba Desa Tingkat Provinsi, Optimistis Desa Bonto Tangnga Raih Prestasi Terbaik


 

BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Selasa, 28 Juli 2026.


Kehadiran tim verifikasi lapangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan disambut langsung oleh Bupati Bantaeng bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng sebagai bagian dari rangkaian penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Tahun 2026.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Sulawesi Selatan beserta seluruh rombongan di Kabupaten Bantaeng.

"Selamat datang di Butta Toa, Kabupaten Bantaeng. Kehadiran Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, inovatif, dan berdaya saing," ujarnya.


Bupati juga menjelaskan, sejalan dengan tema Lomba Desa Tahun 2026, yaitu "Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas", Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen penuh mendorong terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.


Menurutnya, Desa Bonto Tangnga tidak hanya menunjukkan keunggulan dari sisi administrasi pemerintahan, tetapi juga telah melakukan transformasi nyata melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian.


Lebih lanjut, Bupati Bantaeng menyatakan bahwa

"Lomba ini bukan sekadar mengejar penghargaan di atas kertas. Lebih dari itu, ini adalah ruang evaluasi untuk mengukur sejauh mana pembangunan desa benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga menjadi bukti semangat gotong royong serta mental juara masyarakat Bantaeng dalam membangun daerah," ungkapnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan selaku Ketua Tim Verifikasi Lapangan, Drs. H. Muh. Saleh, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muh. Tafsir; Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Hj.Rahma Arsyad, Kepala Dinas PMD,PP dan PA, H.Hariyanto, Kepala Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, dr. Mahmudin, Para Kepala OPD Terkait, Para camat Serta seluruh rombongan team penilai provinsi Sulawesi Selatan.


Polres Bantaeng Gelar Sertijab Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba, dan Kapolsek Uluere


BN Online Bantaeng – Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) untuk tiga posisi strategis, yakni Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba), dan Kapolsek Uluere. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Apel Assiama Mapolres Bantaeng pada Senin pagi (28/7/2026).


Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H.


Dalam acara ini, jabatan Kasat Reskrim resmi diserahterimakan dari AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si., kepada AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M. Sebelumnya, AKP Andi Aldiansyah menjabat sebagai Kapolsek Pattallassang di Polres Takalar.


Selanjutnya, jabatan Kasat Resnarkoba diserahkan dari AKP Hendra Firdaus, S.H., M.H., kepada IPTU Chaidir, S.H., M.H., yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kapolsek Barombong di Polres Gowa. Sementara itu, posisi Kapolsek Uluere diserahkan dari IPTU Daeng Masinna kepada IPTU Aswan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Regident Satlantas Polres Kepulauan Selayar.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Bantaeng KOMPOL Andi Ikbal, S.Pd., M.H., para Pejabat Utama (PJU), perwira, serta seluruh personel Polres Bantaeng. Kehadiran juga diperkuat oleh Ketua Bhayangkari Cabang Labuhanbatu Selatan, Ny. Nanda Pras, beserta pengurus dan anggota Bhayangkari.


Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, dalam sambutannya menyatakan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan dinamika normal dalam organisasi Polri. Langkah ini bertujuan untuk penyegaran sekaligus pengembangan karier personel.


“Pergantian jabatan bukan sekadar perubahan posisi, tetapi merupakan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijawab dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.


AKBP Nur Prasetyantoro juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pejabat lama, yaitu AKP Gunawan Amin, AKP Hendra Firdaus, dan IPTU Daeng Masinna. Ia menilai pengabdian, loyalitas, serta kontribusi mereka selama menjabat telah menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Bantaeng.


Kepada pejabat baru, Kapolres berpesan agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, membangun sinergi dengan seluruh personel, serta melanjutkan berbagai program dan inovasi yang telah berjalan.


“Kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada pejabat baru hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” tegasnya.


Suasana upacara berlangsung penuh rasa kekeluargaan. Momen sertijab ini tidak hanya dimaknai sebagai prosesi administratif pergantian jabatan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh personel Polres Bantaeng dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Senin, 27 Juli 2026

Hadiri Rapat Paripurna, Bupati Bantaeng Apresiasi Sinergitas Legislatif dengan Eksekutif


BN Online Bantaeng - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng baru saja menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Bantaeng, Senin (27/7).


Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi Wakil Ketua II DPRD Bantaeng, Hj. Jumrah, dihadiri langsung Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, Penjabat Sekretaris Daerah Bantaeng, Muhammad Tafsir, Kabag Log Polres Bantaeng, Kompol Supriyadi, Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bantaeng, Sepriyadi, Pasi Intel Dim 1410/Bantaeng, Kapten Inf Mustari, para Kepala OPD, serta para Camat.


Dalam rapat tersebut, Pemrintah Kabupaten Bantaeng bersama DPRD Kabupaten Bantaeng secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).


Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya Pimpinan dan segenap Anggota DPRD Kab. Bantaeng atas upaya maksimal, sehingga semua tahapan pembahasan Ranperda dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Badan Musyawarah DPRD. 


"Semoga apa yang selama ini terbina dengan baik akan terus dapat kita tingkatkan di masa mendatang dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel", ucapnya.


Bupati juga menjelaskan bahwa pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng dilakukan untuk memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan dengan mengacu pada empat aspek utama, yakni kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosure), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern.


Menurutnya, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan capaian yang patut disyukuri, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.


"Pencapaian opini WTP ini merupakan suatu pencapaian terbaik bagi pemerintah daerah atas kinerja keuangan namun merupakan suatu tantangan bagi Eksekutif maupun legislatif untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dan penyempurnaan dalam rangka melaksanakan program-program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dan tentunya harus perlu adanya komitmen dan kerja keras 

kita, sehingga apa yang telah kita rencanakan bersama pada tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi", ujarnya.


Bupati juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah bersama DPRD untuk terus meningkatkan kinerja, perhatian, dan komitmen dalam melakukan berbagai upaya positif sebagai rencana aksi guna mempertahankan opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).


Personel Polres Bantaeng Raih Prestasi di Kejurda INKANAS Piala Kapolda Sulsel 2026


BN Online Bantaeng,- Kejuaraan Daerah (Kejurda) INKANAS Piala Kapolda Sulawesi Selatan dan Series II Piala Dansat Brimob Polda Sulsel 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, sejak 24 hingga 26 Juli 2026. 


Ajang pembinaan karate terbesar di Sulawesi Selatan itu ditutup langsung oleh Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., di GOR JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Makassar. pada Minggu (26/7/2026).


Dalam kesempatan tersebut, IKANAS Bantaeng yang turut ambil bagian dalam kompetisi, turut menyumbangkan prestasi lewat personel Polres Bantaeng yang menjadi bagian Tim sebagai atlet.


Kedua Personel Polres Bantaeng yakni Briptu Muh Taufik Setiyawan (Personel Sat Intelkam) berhasil meraih medali perak di kelas +80 Kg putra sementara IPTU Nur Amin, S.Pd.I. berhasil meraih medali emas kategori festival Polri kata perorangan putra.


Dalam kejuaraan daerah (Kejurda) INKANAS Piala Kapolda Sulawesi Selatan dan Series II Piala Dansat Brimob Polda Sulsel 2026, Kontingen INKANAS Banteng menduduki peringkat ke 5 posisi klasemen akhir dengan perolehan 4 emas, 2 perak, 7 perunggu.


Menurut IPTU Nur Amin, S.Pd.I., Keberhasilan Tim INKANAS Bantaeng yang berkekuatan 33 orang Atlet didukung 3 orang pelatih, 1 orang official serta seorang manajer dapat meraih prestasi cemerlang, ini tidak lepas dari kerja keras dari latihan secara maksimal.


"Kami berharap tahun-tahun berikutnya penyelenggaraan Kejurda INKANAS Piala Kapolda Sulsel kami dapat berpartisipasi kembali dengan prestasi yang melebihi perolehan sekarang. Karena ajang ini merupakan momentum membangun ekosistem pembinaan karate yang berkelanjutan. Dari arena inilah diharapkan lahir bibit-bibit karateka unggulan yang kelak mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan di level nasional hingga internasional," kata Kanit Provos Polres Bantaeng tersebut.


Sabtu, 25 Juli 2026

Kolaborasi Lintas Sektor Meriahkan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Bantaeng, serta Resmi dibuka oleh Bupati Bantaeng bersama Bunda Forum Anak Children Car Free Day dan Market Day.


BN Online Bantaeng,– Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar berbagai kegiatan bertema "Sayangi, Lindungi, Bangun Masa Depan" yang berlangsung di Tribun Pantai Seruni, Sabtu 25 Juli 2026.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, yang juga merupakan Bunda Forum Anak Butta Toa.


Rangkaian acara diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti ratusan peserta dan dipandu langsung oleh Duta Anak Kabupaten Bantaeng Tahun 2026. Bupati Bantaeng bersama Ketua TP. PKK turut berbaur dengan anak-anak dalam kegiatan senam sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak yang sehat, aktif dan ceria.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, menegaskan bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, perlindungan serta kesempatan yang sama untuk berkembang.


"Peringatan Hari Anak bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menyayangi, melindungi, dan membangun masa depan anak-anak Bantaeng. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa," ujarnya.


Berbeda dari tahun lalu, peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Bantaeng kali ini semakin meriah dengan terlaksananya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan berbagai pihak atau sektor yang mendukung terselenggaranya acara. 


Penyelenggaraan acara dipimpin oleh gabungan figur pemuda dan aktivis perlindungan anak, yakni Andi Muhammad Fuad Langgara sebagai Steering Committee (SC) / Perwakilan dari Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit, serta Nurima Aprilia Putri sebagai Co-Committee / Perwakilan dari Forum Anak Butta Toa (FABT). Sementara itu dari segi kepanitiaan, SC/Panitia Pengarah acara terdiri atas Tim Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), UPTD PPA, dan Mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 116 yang dalam kegiatan ini turut didukung oleh Balai Besar POM makassar. Sedangkan dalam struktur Organizing Committee (OC / Panitia Pelaksana), terdapat Tim Pengurus Forum Anak Butta Toa (FABT) dan Fasilitator Forum Anak Butta Toa.


​Oleh karena itu, dalam penyelenggaraannya, acara ini menggandeng berbagai instansi dan organisasi seperti Dinas PMDPPPA (Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Perempuan dan Anak), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) yang juga melakukan penandatanganan MoU dengan Forum Anak Butta Toa.


​Selain itu, melalui kolaborasi antara Forum Anak Butta Toa (FABT) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantaeng, peringatan HAN 2026 ini berhasil mencetak dan menerbitkan sebanyak 45 Kartu Identitas Anak (KIA) yang telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bantaeng bersama Bunda Forum Anak Butta Toa.


Hadiri Pelantikan PCM Uluere, Bupati Bantaeng Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Membangun Daerah


BN Online Bantaeng - Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Pelantikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Uluere, yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja dan Tablig Akbar, di Lapangan SD Inpres Tamaona Desa Bonto Daeng Kecamatan Uluere, Sabtu (25/7).


Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng, Dr. Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi melantik Nawir, S.AP. sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Uluere beserta jajaran pengurus periode 2022–2027.


Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Uluere yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun masyarakat.


Bupati juga mengungkapkan bahwa kontribusi Muhammadiyah di Kabupaten Bantaeng selama ini sangat dirasakan manfaatnya, khususnya di bidang pendidikan. Selain itu, Bupati juga mengapresiasi berbagai gagasan dan pemikiran para tokoh Muhammadiyah yang selama ini turut memberikan masukan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bantaeng.

Pinjam Motor Pelajar untuk Jalan-jalan, Pria di Bantaeng Ditangkap Usai Gadaikan Kendaraan demi Beli Sabu dan Judi Online


BN Online Bantaeng– Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantaeng berhasil mengamankan seorang pria berinisial TR (25) yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan. Tersangka digerebek setelah menggadaikan sepeda motor milik seorang pelajar yang dipinjamnya dengan alasan hendak berjalan-jalan.


Penangkapan dilakukan pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 23.30 Wita di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) Resmob Polres Bantaeng, Aipda Sabil, usai melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban.


Kronologi Penggelapan


Kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/164/VII/SPKT/Polres Bantaeng/Polda Sulawesi Selatan yang diterima pada 19 Juli 2026. Korban dalam kasus ini adalah Putri Maulani Pratiwi (16), seorang pelajar yang berdomisili di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Bonto Atu.


Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa awal terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 13.30 Wita di wilayah yang sama. Saat itu, TR meminjam sepeda motor Yamaha Filano berwarna putih milik korban dengan dalih ingin pergi jalan-jalan ke Kabupaten Bulukumba.


Namun, janji tersebut tidak ditepati. TR tidak pernah mengembalikan kendaraan tersebut kepada pemiliknya. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa sepeda motor itu telah digadaikan oleh tersangka kepada pihak lain, sehingga korban mengalami kerugian materiil senilai Rp31 juta.


Motif Demi Narkoba dan Judi


Usai melacak keberadaan tersangka, tim polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan TR tanpa perlawanan di kediamannya. Dalam pemeriksaan awal di Mapolres Bantaeng, tersangka mengakui perbuatannya.


TR mengungkapkan bahwa ia telah menggadaikan sepeda motor korban kepada seorang pria berinisial AN, warga Jalan Delima, Kelurahan Tappajeng, Kecamatan Bantaeng, dengan nilai gadai sebesar Rp8 juta.


Yang mengejutkan, uang hasil gadaian tersebut tidak digunakan untuk keperluan mendesak, melainkan dialihkan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu dan digunakan sebagai modal bermain judi online.


"Uang hasil gadai digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu serta bermain judi online," ungkap sumber dari penyidik.


Proses Hukum Berlanjut


Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Gunawang Amin, S.H., M.Si., membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini terduga pelaku telah diamankan di Polres Bantaeng dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Filano warna putih juga telah diamankan.


"Terduga pelaku saat ini masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Bantaeng," tegas AKP Gunawang.


Para pihak kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait proses hukum yang akan dijalani oleh TR, sementara korban berharap keadilan dapat segera ditegakkan atas kerugian yang dideritanya.


News Of This Week